HSSE Ditegaskan Jadi DNA Operasi Pertamina, Iriawan Soroti Kepemimpinan Kolaboratif

Author: Redaksi Android62

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus menjadi DNA setiap Perwira Pertamina, bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur. Penegasan itu disampaikan di tengah tekanan sektor energi yang terus berubah, mulai dari transisi energi, inovasi teknologi, hingga tuntutan pemangku kepentingan yang semakin tinggi.

Dalam pandangannya, kondisi yang penuh ketidakpastian menuntut perusahaan tetap adaptif tanpa mengendurkan disiplin keselamatan kerja. Ia menilai kepemimpinan yang kuat hanya akan terlihat jika budaya kerja di dalam perusahaan juga kuat dan konsisten.

Pengawasan langsung di lini operasi

Setelah agenda di Surabaya, Iriawan melanjutkan kunjungan ke Production Unit Gresik milik PT Pertamina Lubricants. Di fasilitas itu, ia memimpin Management Walkthrough untuk meninjau manajemen risiko, integritas fasilitas, dan kedisiplinan kerja.

Pengawasan langsung tersebut menunjukkan perhatian Pertamina pada detail operasional di lini produksi. Langkah ini juga dipakai untuk memastikan proses berjalan sesuai standar dan mendukung keandalan bisnis.

Fokus pada operasi yang aman dan andal

Dalam sesi Sharing Session di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya, Iriawan berbicara di hadapan sekitar 200 Perwira Pertamina dari berbagai entitas Pertamina Group. Forum itu menjadi ruang untuk membahas arah kepemimpinan yang lebih luas dan kaitannya dengan budaya kerja sehari-hari.

Iriawan menekankan bahwa operasi yang aman, andal, efisien, dan tanpa cela merupakan cerminan standar tertinggi operasional Pertamina. Ia juga menyebut keselamatan harus tertanam dalam setiap tindakan dan keputusan, dari manajemen puncak hingga pekerja di lapangan.

Bisnis pelumas dan jangkauan pasar

Produk pelumas menjadi salah satu portofolio bisnis unggulan Pertamina yang memberi nilai tambah tinggi. Bisnis ini juga berperan dalam meningkatkan daya saing perusahaan di pasar domestik maupun internasional.

Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, menjelaskan bahwa distribusi produk mereka ditopang jaringan yang luas di seluruh Indonesia. Pertamina Lubricants saat ini mengoperasikan 7 Sales Region dari Sabang sampai Merauke, didukung ratusan distributor.

Perusahaan itu juga memiliki lebih dari 60 ribu outlet terdaftar dan melayani lebih dari 20 ribu pelanggan industri. Jaringan besar tersebut menjadi salah satu fondasi penting bagi strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan ke pasar global.

Pertamina menempatkan kekuatan merek, keandalan kualitas produk, inovasi berkala, dan optimalisasi fasilitas produksi sebagai penopang langkah ekspansi itu. Di tengah kompleksitas industri energi, pesan Iriawan menegaskan bahwa kolaborasi dan disiplin kerja tetap menjadi kunci di tubuh Pertamina.

Berita Terbaru