Hyundai Ioniq V tampil sebagai model produksi yang paling mencuri perhatian di Beijing karena desainnya jauh dari kata aman. Mobil listrik ini berasal dari konsep Venus dan menjadi EV khusus China pertama dari keluarga Ioniq, sekaligus menandai bahasa desain baru Hyundai yang disebut Origin.
Yang membuatnya langsung ramai dibicarakan adalah wajah dan proporsinya yang sulit dipetakan ke satu referensi saja. Dari beberapa sudut, tampilannya memunculkan kesan Lamborghini Temerario, lalu ada siluet yang mengingatkan pada Tesla Cybertruck, sementara sejumlah detailnya juga terasa dekat dengan Prius.
Desain yang sengaja dibuat menonjol
Hyundai sepertinya memang tidak ingin Ioniq V terlihat seperti SUV listrik keluarga yang serba aman. Garis bodinya tegas, bagian hidungnya tajam, dan sisi sampingnya dibentuk dengan siluet wedge yang jarang dipakai pada mobil seperti ini.
Pendekatan itu membuat Ioniq V terasa seperti mobil konsep yang dibawa ke jalur produksi tanpa kehilangan karakter ekstremnya. Hasilnya, mobil ini bisa dibaca sebagai perpaduan antara supercar Italia, kendaraan futuristis berbentuk kotak, dan hatchback hybrid yang sudah lama dikenal publik.
Dimensi besar jadi salah satu daya tarik
Selain tampilan, ukuran bodi juga menjadi bagian penting dari strategi Hyundai. Ioniq V punya panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, dan wheelbase 2.900 mm, dengan proporsi yang disebut sekelas Ioniq 6.
Ukuran tersebut relevan untuk pasar China yang sangat memperhatikan kelapangan kabin, terutama di baris belakang. Wheelbase yang panjang memberi sinyal bahwa ruang kaki penumpang menjadi prioritas, sementara pengemudi mendapat dukungan sensor parkir dan kamera penuh.
Kabin digital dengan fokus ke kenyamanan
Bagian dalam Ioniq V tidak hanya mengandalkan tampilan futuristis dari luar. Hyundai menempatkan layar infotainment panoramik ultra-tipis berukuran 27 inci dengan resolusi 4K sebagai pusat kabin.
Di area depan pengemudi, tersedia head-up display untuk membantu membaca informasi tanpa sering memindahkan pandangan dari jalan. Hyundai juga menyematkan delapan speaker dengan teknologi Dolby Atmos serta pencahayaan ambient untuk memperkuat kesan premium di dalam kabin.
Teknologi listrik masih ditahan untuk pengumuman berikutnya
Hyundai belum membuka spesifikasi baterai maupun tenaga Ioniq V. Namun, pabrikan memastikan model ini memakai arsitektur 800 volt dan menyebut varian jarak jauh sanggup menempuh lebih dari 600 km berdasarkan siklus uji CLTC.
Angka itu tetap perlu dibaca hati-hati karena CLTC dikenal lebih optimistis dibandingkan standar uji lain yang lebih ketat. Karena itu, jarak tempuh di kondisi nyata kemungkinan tidak setinggi klaim resmi, sehingga efisiensi tetap akan menjadi sorotan ketika mobil ini dipakai lebih luas.
China jadi panggung utama strategi Hyundai
Kehadiran Ioniq V juga menunjukkan arah besar Hyundai di China, bukan sekadar meluncurkan satu model baru. Hyundai menyatakan akan menghadirkan 20 model baru di China dalam lima tahun ke depan, termasuk battery EV dan range-extended EV, dengan target penjualan tahunan 500.000 unit.
Salah satu model berikutnya adalah SUV yang dijadwalkan hadir tahun depan. Mobil itu diduga merupakan versi produksi dari konsep Earth SUV yang juga tampil bersama Ioniq V di Beijing, meski detail resminya belum dibuka lebih jauh.
Untuk saat ini, belum ada kepastian apakah Ioniq V akan dipasarkan di Eropa atau Amerika. Hyundai tampaknya menjadikan China sebagai tempat uji strategi sekaligus panggung utama untuk desain dan teknologi baru, dan langkah itu membuat Ioniq V menjadi salah satu sinyal paling jelas tentang arah produk Hyundai ke depan.
