IHSG bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan sesi I, Rabu, 15 Juli 2026, dan ditutup di level 6.067. Indeks menguat 28,31 poin atau 0,46 persen setelah sempat bergerak naik-turun sepanjang pagi.
Penguatan itu menjaga IHSG tetap berada di atas level psikologis 6.000. Menurut data Phintraco Sekuritas, dukungan datang dari saham-saham berkapitalisasi besar serta sentimen positif dari bursa Asia.
BMRI dan BBCA Jadi Incaran Pasar
Saham perbankan besar mencuri perhatian pada sesi pertama. BMRI mencatat nilai transaksi tertinggi dengan harga Rp4.240, naik 1,92 persen, sedangkan BBCA berada di level Rp6.200 dan menguat 1,22 persen.
TPIA juga masuk daftar saham bernilai transaksi besar. Saham itu ditutup di Rp1.925 dengan kenaikan 2,39 persen.
| Saham | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| BMRI | Rp4.240 | +1,92 persen |
| BBCA | Rp6.200 | +1,22 persen |
| TPIA | Rp1.925 | +2,39 persen |
Di kelompok saham dengan volume transaksi terbesar, BUMI berada di harga Rp149. RANS mencatat penguatan paling tajam di kelompok itu dengan kenaikan 10,09 persen ke Rp240, sementara BNBR melemah 3,37 persen ke Rp86.
Untuk jajaran LQ45, ANTM menjadi top gainer setelah melonjak 5,14 persen ke Rp3.070. ESSA menyusul dengan kenaikan 3,45 persen ke Rp600, sedangkan ISAT menguat 2,96 persen ke Rp1.915.
Di sisi pelemahan, KLBF turun 2,05 persen ke Rp715. TLKM terkoreksi 1,95 persen ke Rp2.510 dan MEDC melemah 1,20 persen ke Rp1.235.
Transaksi Padat, Sektor Tertentu Menopang Indeks
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia terbilang ramai. Nilai transaksi mencapai Rp6,18 triliun dengan volume 12,05 miliar saham dan frekuensi 1.164.398 kali.
| Data Perdagangan | Angka |
|---|---|
| IHSG | 6.067 (+28,31 poin atau +0,46 persen) |
| Pembukaan | 6.068 |
| Tertinggi | 6.080 |
| Terendah | 6.007 |
| Nilai transaksi | Rp6,18 triliun |
| Volume | 12,05 miliar saham |
| Frekuensi | 1.164.398 kali |
Sepanjang sesi I, IHSG dibuka di level 6.068. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.080 dan terendah 6.007 sebelum menutup sesi di area yang lebih stabil.
Dari sisi sektoral, IDX Basic Materials memimpin penguatan dengan kenaikan 1,40 persen. IDX Property menyusul naik 1,05 persen dan IDX Infrastructures bertambah 0,41 persen.
Tekanan justru muncul dari IDX Healthcare yang turun 0,67 persen dan IDX Industrials yang melemah 0,54 persen. Pola ini menunjukkan penguatan IHSG masih bertumpu pada sektor tertentu.
Sentimen regional ikut membantu arah pasar. Hingga sesi I, Hang Seng Hong Kong menguat 1,46 persen dan Nikkei 225 Jepang naik 1,21 persen, sementara Shanghai Composite China terkoreksi tipis 0,08 persen.
Phintraco Sekuritas sebelumnya memperkirakan IHSG bergerak dalam fase konsolidasi di rentang 5.950-6.125 dengan level pivot di 6.000. Proyeksi itu sejalan dengan pergerakan hari ini, meski indikator Stochastic RSI sudah memasuki area jenuh beli.
Dengan dukungan saham-saham besar dan beberapa sektor utama, IHSG masih punya peluang menjaga kestabilan pada sesi berikutnya. Arah lanjutan akan bergantung pada kuat tidaknya minat beli saat tekanan di saham tertentu kembali meningkat.
Source: www.suara.com






