DSSA dan BUMI Melonjak, IHSG Bertahan di Atas 6.000 Saat Pasar Saham Menguat

Author: Redaksi Android62

IHSG bertahan di atas level 6.000 pada penutupan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, setelah menguat 121 poin atau 2,06 persen ke posisi 6.007. Sepanjang sesi, indeks bergerak di kisaran 5.953 hingga 6.074 sebelum akhirnya menutup di zona hijau.

Kenaikan itu ditopang kuat oleh sektor bahan baku yang melonjak 4,85 persen, disusul sektor energi yang naik 4,66 persen dan sektor transportasi yang menguat 4,50 persen. Di tengah penguatan tersebut, saham-saham berbasis komoditas kembali menarik minat pelaku pasar.

DSSA dan BUMI mencuri perhatian

Di daftar saham aktif, DSSA dan BUMI menjadi dua nama yang paling menonjol dengan pergerakan volume yang besar. BUMI naik 12,14 persen ke level Rp157, sedangkan DSSA melesat 13,01 persen ke Rp825 dan masuk jajaran saham paling aktif.

BNBR juga ikut menguat tajam sebesar 12,24 persen ke Rp110. Pada kelompok LQ45, AMMN memimpin kenaikan dengan penguatan 12,75 persen ke Rp3.450, diikuti DEWA yang naik 12,24 persen ke Rp330.

Arus transaksi tetap ramai

Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp21,27 triliun dengan volume 33,51 miliar saham dan frekuensi 1.319.510 kali. BBCA menjadi salah satu saham dengan nilai transaksi terbesar, disusul TPIA dan BBRI.

Indikator Data Perdagangan
IHSG 6.007 (+121,624 poin atau +2,066 persen)
Pembukaan 5.960
Tertinggi 6.074
Terendah 5.953
Nilai transaksi Rp21,27 triliun
Volume transaksi 33,51 miliar saham
Frekuensi transaksi 1.319.510 kali

Penguatan pasar juga diikuti oleh rupiah yang ditutup naik sekitar 0,72 persen ke level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat di pasar spot. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa aset berisiko masih mendapat dukungan pada akhir pekan.

Sentimen global dan domestik ikut memberi dorongan

Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Koreksi harga minyak mentah yang turun ke bawah level USD90 per barel juga meredakan tekanan di pasar.

Dari dalam negeri, pasar merespons positif sejumlah kebijakan yang dipandang mencerminkan efisiensi belanja pemerintah. Di antaranya rencana efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah Putih hingga 50 persen.

Meski pasar ditutup menguat, rotasi saham tetap terjadi cukup aktif. Pada daftar top losers LQ45, ISAT turun 2,11 persen ke Rp1.855, EXCL melemah 1,53 persen ke Rp2.570, dan SMGR terkoreksi 1,29 persen ke Rp1.530.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru