Ikan Tak Memahami Kata-Kata, Namun Tetap Menangkap Getaran Suara Manusia di Air

Author: Redaksi Android62

Ikan ternyata tidak benar-benar hidup dalam keheningan. Saat ada suara manusia di dekat air, yang masuk ke tubuh ikan bukan kata-kata, melainkan getaran yang merambat melalui air dan berubah menjadi rangsangan suara.

Cara ikan menerima suara memang berbeda jauh dari manusia. Mereka tidak memiliki daun telinga seperti hewan darat, tetapi tetap bisa menangkap perubahan tekanan di sekitarnya melalui sistem pendengaran yang tersembunyi di dalam tubuh.

Pendengaran ikan tidak bergantung pada satu organ

Telinga ikan berada di rongga tengkorak, tepat di belakang mata, sehingga tidak tampak dari luar. Struktur ini memang tidak menyerupai telinga mamalia, tetapi tetap berfungsi untuk menerima suara yang bergerak sebagai gelombang dan getaran di dalam air.

Selain itu, ikan tidak hanya mengandalkan telinga bagian dalam. Dalam proses mendengar, beberapa spesies memanfaatkan silia atau rambut saraf, kantung udara, tulang pendengaran, otolit, akselerometer, hingga mekanoreseptor dalam kombinasi yang berbeda-beda.

Garis lateral dan kantung renang ikut berperan

Sebagian ikan memiliki garis lateral di sisi tubuhnya. Struktur ini berisi silia yang membantu mendeteksi gerakan partikel serta perubahan tekanan yang dipicu suara di air.

Kantung renang juga penting pada banyak spesies. Organ berisi gas ini memang membantu daya apung, tetapi sifat akustiknya membuatnya dapat berfungsi sebagai sensor gradien tekanan, terutama pada ikan yang memiliki hubungan mekanis ke telinga bagian dalam melalui rangkaian tulang mirip tulang telinga tengah manusia.

Di sisi lain, otolit di tengkorak bekerja seperti akselerometer untuk menangkap gerakan partikel. Karena tubuh ikan hampir sama padatnya dengan air, gelombang suara lebih mudah masuk dan diteruskan ke bagian tubuh yang peka terhadap perubahan tekanan.

Suara manusia tetap bisa terdeteksi di air

Saat seseorang berbicara di dekat akuarium atau perairan tenang, suara dari udara tetap dapat masuk ke air. Gelombang itu kemudian menggetarkan molekul air, dan ikan menangkapnya sebagai rangsangan.

Ikan dapat mendeteksi frekuensi sekitar 50 hingga 3.000 Hz. Namun, pendengaran terbaiknya berada di bawah 1.000 Hz, sehingga suara manusia yang masuk ke air lebih mungkin terbaca sebagai getaran daripada sebagai isi ucapan.

Artinya, ikan memang bisa mendengar suara manusia, tetapi tidak memahami kata-kata seperti manusia. Yang mereka tangkap adalah energi getaran di sekitarnya.

Sensitivitas tiap spesies tidak sama

Kemampuan mendengar pada ikan berbeda-beda, tergantung spesiesnya. Ikan yang memiliki gelembung renang dan hubungan mekanis ke telinga bagian dalam cenderung lebih peka, seperti characin, ikan kecil, ikan lele, dan ikan mas.

Sebaliknya, ikan yang tidak memiliki gelembung renang, seperti ikan pipih, biasanya kurang sensitif terhadap suara. Mereka juga memiliki bandwidth pendengaran yang lebih sempit karena hanya mengandalkan telinga bagian dalam.

Suara keras dapat mengubah perilaku ikan

Tidak semua suara hanya lewat begitu saja. Suara yang sangat keras dapat merusak jaringan, memicu kehilangan pendengaran sementara atau permanen, bahkan membuat ikan disorientasi.

Bahan peledak disebut dapat membuat ikan pingsan dari jarak dekat. Sumber suara buatan manusia lain, seperti pemancangan tiang dan senapan angin, juga dapat memengaruhi ikan dengan berbagai cara.

Ikan sangat peka terhadap getaran berfrekuensi rendah, terutama di bawah beberapa puluh hertz. Jika suara cukup kuat, ikan biasanya berenang menjauh karena frekuensi rendah kerap diasosiasikan dengan predator yang mendekat.

Sebaliknya, suara berfrekuensi lebih tinggi dan lebih lemah kadang bisa menarik ikan. Sumbernya bisa berasal dari mangsa atau dari suara yang dihasilkan ikan lain saat makan.

Ada juga suara yang memicu stres karena mirip dengan komunikasi predator, seperti lumba-lumba. Pada Alosinae, denyut ultrasonik yang kuat dapat memunculkan respons penghindaran yang sangat kuat karena menyerupai ekolokasi paus bergigi.

Pada akhirnya, ikan bukan makhluk yang tuli terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka bisa mendengar, merasakan getaran, dan bereaksi terhadap suara manusia, tetapi responsnya sangat bergantung pada jenis ikan, kekuatan suara, dan cara suara itu merambat di air.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru