Indonesia kembali mendapat sinyal kepercayaan dari lembaga keuangan internasional di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian. IMF dan Asian Development Bank sama-sama mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski sejumlah kawasan lain justru mengalami penurunan perkiraan.
Dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2026, Dana Moneter Internasional mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia di level 5% untuk 2026. Pada saat yang sama, proyeksi pertumbuhan negara berkembang lain di Asia dipangkas dari 5,1% menjadi 5%.
Asian Development Bank mengambil langkah serupa. Dalam publikasi terbarunya pada Juli 2026, ADB tetap menempatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,2%, walau proyeksi kawasan Asia Tenggara secara umum turun dari 4,7% menjadi 4,6%.
| Lembaga | Proyeksi Indonesia | Konteks Lain |
|---|---|---|
| IMF | 5% untuk 2026 | Proyeksi negara berkembang Asia turun dari 5,1% ke 5% |
| ADB | 5,2% | Proyeksi Asia Tenggara turun dari 4,7% ke 4,6% |
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyebut bertahannya proyeksi dari dua lembaga tersebut sebagai kabar penting bagi kepercayaan pasar. Ia menilai, keputusan itu menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih mampu bertahan di tengah lingkungan yang sangat dinamis.
Dukungan dari pasar keuangan dan pemeringkat kredit
Resiliensi ekonomi Indonesia juga terlihat di pasar domestik. Setelah sempat bergerak sangat dinamis, Indeks Harga Saham Gabungan dilaporkan kembali stabil di level 6.000-an.
Di sisi lain, Standard & Poor’s Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Status tersebut menandakan Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi atau investment grade.
| Indikator | Status Terkini | Makna |
|---|---|---|
| IHSG | Stabil di level 6.000-an | Menunjukkan pasar domestik mulai tenang |
| S&P Global Ratings | BBB jangka panjang, A-2 jangka pendek | Outlook stabil dan tetap investment grade |
Ferry juga menyebut penilaian itu sejalan dengan keputusan Moody’s dan Fitch yang sebelumnya turut mempertahankan status investasi Indonesia. Menurut dia, rangkaian keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan yang kuat dari lembaga pemeringkat terhadap pengelolaan ekonomi nasional.
Mediaindonesia.com melaporkan, Ferry menekankan bahwa momentum ini perlu dijaga agar tetap menjadi fondasi bagi kepercayaan investor. Ia menilai, kepercayaan itu penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Di tengah tekanan global yang belum mereda, bertahannya proyeksi pertumbuhan dan rating kredit Indonesia memberi gambaran yang konsisten. Ekonomi domestik masih dianggap punya daya tahan tinggi, dan sinyal itu menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas serta menarik minat investor pada periode berikutnya.
Source: mediaindonesia.com






