India dan Italia Bidik Perdagangan 20 Miliar Euro, Meloni Naikkan Hubungan ke Level Strategis Baru

Author: Redaksi Android62

India dan Italia menetapkan sasaran yang cukup ambisius untuk hubungan dagang mereka: nilai perdagangan bilateral ingin dinaikkan menjadi 20 miliar euro dalam tiga tahun. Target itu muncul saat Narendra Modi bertemu Giorgia Meloni di Roma dan memperlihatkan bahwa agenda ekonomi menjadi inti utama lawatan tersebut.

Pertemuan di Villa Pamphili itu juga menandai naiknya hubungan kedua negara ke level “special strategic partnership”. Meloni menyebut status baru itu sebagai capaian tertinggi sejauh ini dalam hubungan bilateral India dan Italia.

Di balik suasana resmi, ada pula sentuhan ringan yang ikut menarik perhatian. Meloni mengunggah video di X dan berterima kasih kepada Modi karena membawa sekotak permen “Melody”, hadiah sederhana yang memunculkan permainan kata dari nama keduanya.

Momen santai itu kontras dengan pembahasan besar yang sedang dikejar kedua pemerintah. India dan Italia sama-sama melihat ruang kerja sama yang masih luas, terutama karena Roma menilai India kian penting di Asia dalam peta dagang negaranya.

Kementerian luar negeri Italia menyebut India kini menjadi mitra dagang terbesar kedua di Asia setelah China. Saat ini, India menyumbang 2,1 persen dari ekspor Italia dan 0,9 persen dari impornya, angka yang menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan.

Dorongan di sektor ekonomi

Meloni menilai karakter ekonomi kedua negara saling melengkapi. Ia menyoroti dinamika inovatif India, skala ekonominya, dan infrastruktur digitalnya yang dianggap sejalan dengan kekuatan Italia di manufaktur dan industri.

Dalam pernyataan bersama, kedua pihak membuka peluang investasi di sejumlah sektor. Daftarnya mencakup tekstil, teknologi bersih, semikonduktor, otomotif, energi, pariwisata, farmasi, teknologi medis, teknologi digital, bahan baku kritis, baja, pelabuhan, dan infrastruktur.

Modi juga menekankan bahwa kerja sama sipil masih punya ruang yang sangat luas. Ia menyebut kecerdasan buatan, komputasi kuantum, antariksa, dan energi nuklir sebagai bidang dengan peluang kolaborasi “tak terbatas”.

Peta dagang yang lebih besar membuat Italia tidak lagi memandang India sekadar pasar tambahan. India sudah melampaui Jepang dan Korea Selatan dalam perdagangan dengan Italia, meski posisinya masih jauh di bawah China.

Konteks lawatan Modi ke Eropa

Kunjungan ke Roma datang setelah India dan Uni Eropa menyegel kesepakatan perdagangan bebas pada Januari. Modi bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai “mother of all deals”, yang memperlihatkan bobot strategis kerja sama ekonomi India dengan Eropa.

Roma juga menjadi pemberhentian penutup dari lawatan enam hari Modi ke Uni Emirat Arab dan Eropa. Urutan kunjungan itu menunjukkan bahwa Eropa memegang posisi penting dalam diplomasi dan strategi ekonomi India saat ini.

Lawatan ini tercatat sebagai kunjungan bilateral pertama seorang perdana menteri India ke Italia dalam 26 tahun. Meski begitu, Modi sudah pernah datang ke Italia pada 2021 untuk pertemuan G20 dan kembali pada 2024 untuk KTT G7.

Selain bertemu Meloni, Modi dijadwalkan mengunjungi kantor pusat Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau FAO di Roma. Agenda itu terkait dengan komitmen India terhadap multilateralisme dan keamanan pangan global.

Di tengah rangkaian agenda resmi itu, permen “Melody” dan kunjungan malam ke Colosseum memberi warna yang berbeda pada lawatan Modi. Namun fokus utama tetap pada upaya India dan Italia memperdalam hubungan dan mendorong target dagang yang lebih tinggi.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru