Indonesia Bidik Peran Baru di AI Global, Bukan Lagi Sekadar Pasar Digital

Author: Redaksi Android62

Pemerintah menargetkan Indonesia mengambil peran sebagai pusat pertumbuhan ekosistem kecerdasan buatan atau AI global. Arah ini menandai ambisi untuk tidak hanya menjadi pasar besar dan pengguna teknologi dari negara lain.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rangkaian agenda World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO di Shanghai, China. Pemerintah melihat AI telah memengaruhi struktur ekonomi, persaingan antarnegara, serta posisi strategis dalam penguasaan teknologi.

Target Melampaui Peran Konsumen

Dalam High-Level Meeting of WAICO Founding State pada Sabtu, 18 Juli 2026, Airlangga menegaskan Indonesia ingin terlibat dalam pembentukan teknologi, industri, dan aturan digital. Posisi yang dibidik bukan hanya sebagai tempat layanan AI berkembang, melainkan sebagai salah satu penggerak ekosistemnya.

“Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi penonton atau konsumen dalam perlombaan kecerdasan buatan ini. Kami adalah arsitek aktif dari garda terdepan era digital,” kata Airlangga.

Pemerintah menyiapkan National AI Roadmap sebagai kerangka untuk menyatukan berbagai kebutuhan pengembangan AI di dalam negeri. Peta jalan itu mencakup pembangunan infrastruktur, pengembangan talenta, penguatan riset, dan tata kelola AI yang bertanggung jawab.

Rancangan tersebut penting karena pertumbuhan AI tidak hanya bergantung pada jumlah pengguna layanan digital. Kapasitas komputasi, data, tenaga ahli, inovasi, serta aturan yang jelas menjadi unsur yang saling terkait.

Basis Digital dan Infrastruktur

Indonesia memiliki modal berupa basis pengguna internet yang besar, dengan sekitar 235 juta pengguna hingga 2026. Angka itu setara dengan penetrasi internet sekitar 81%, yang menunjukkan luasnya potensi penggunaan layanan digital berbasis AI.

Di sisi lain, pusat data menjadi infrastruktur penting untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data dalam skala besar. Kebutuhan fasilitas tersebut diperkirakan terus meningkat sejalan dengan ekspansi layanan komputasi awan dan AI.

Indikator Data Keterangan
Pengguna internet 235 juta orang Hingga 2026
Penetrasi internet Sekitar 81% Hingga 2026
Pusat data nasional 182 fasilitas Telah beroperasi
Pusat data di Jakarta 94 fasilitas Konsentrasi terbesar
Pusat data di Batam 16 fasilitas Salah satu konsentrasi utama

Konsentrasi pusat data di Jakarta dan Batam memperlihatkan fondasi infrastruktur digital yang telah mulai terbentuk. Pemerintah menilai pertumbuhan kapasitas ini juga membuka peluang investasi pada komputasi dan fasilitas pendukung layanan digital.

Modal pasar yang besar diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemakaian teknologi. Pemerintah ingin nilai tambah dari pengembangan AI, termasuk riset dan industri pendukungnya, tumbuh di Indonesia.

Semikonduktor dan Kerja Sama Global

Penguatan ekosistem juga dilakukan melalui kerja sama strategis dengan ARM Holdings di bidang semikonduktor dan AI sejak Februari 2026. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri semikonduktor dan menopang digitalisasi nasional.

Semikonduktor menjadi salah satu fondasi penting bagi perangkat serta komputasi yang mendukung pengembangan AI. Agenda ini melengkapi pembangunan infrastruktur digital, riset inovasi, dan penyiapan talenta di dalam negeri.

Indonesia tercatat sebagai satu dari 29 negara pendiri WAICO, yang melibatkan negara dari Asia Tenggara, Uni Ekonomi Eurasia, BRICS, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Menurut laporan teknologi.bisnis.com, pemerintah optimistis Indonesia dapat menjadi motor pertumbuhan AI kawasan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2026.

Dalam forum WAICO, Airlangga mengajak para anggota menjadikan komitmen teknologi sebagai hasil yang berdampak bagi masyarakat. “Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara,” tuturnya.

Berita Terbaru