Pemerintah Inggris sedang menyiapkan pembatasan media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun. Rencana itu tidak berhenti pada larangan akses umum, tetapi juga menyasar fitur yang dianggap membuat anak terus terpaku pada layar.
Sejumlah fitur yang masuk pembahasan antara lain scrolling, push notification, dan autoplay. Dengan pendekatan ini, pemerintah tampak ingin mengatur cara anak berinteraksi dengan platform digital secara lebih rinci, bukan sekadar memutus akses sepenuhnya.
Rujukan dari Australia, tetapi dibuat lebih rinci
Kerangka kebijakan yang dipertimbangkan di London disebut mengambil inspirasi dari Australia. Namun, pendekatan Inggris dikabarkan akan lebih fleksibel dan lebih terperinci dibandingkan larangan total untuk anak di bawah 16 tahun yang berlaku di Australia.
Dalam draf yang dibahas, pemerintah juga mempertimbangkan pengaturan usia berdasarkan kelompok yang lebih spesifik. Artinya, akses terhadap fitur dan situs tertentu dapat dibedakan sesuai kategori umur, sehingga pembatasannya tidak disamaratakan sepenuhnya.
Tarik-urut politik di internal Partai Buruh
Langkah ini muncul di tengah sorotan terhadap posisi Keir Starmer di internal Partai Buruh. Menurut laporan The Times, kebijakan tersebut juga dibaca sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi politik Starmer.
Survei YouGov pada pertengahan Mei menunjukkan Andy Burnham, Wali Kota Manchester Raya, melampaui tingkat popularitas Starmer dan masuk daftar kandidat terkuat untuk memimpin Partai Buruh. Kondisi itu membuat isu media sosial anak ikut terseret ke dalam dinamika kepemimpinan partai.
Situasi tersebut kian sensitif karena Starmer disebut tengah berupaya menegaskan kepemimpinannya. Spekulasi bahwa Burnham bisa kembali ke parlemen melalui pemilihan sela di Makerfield ikut menambah tekanan politik di sekitar kebijakan ini.
Di sisi lain, pemerintah juga tampak ingin menunjukkan respons atas kekhawatiran publik terhadap penggunaan media sosial oleh anak-anak. Pembahasan lanjutan masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Inggris, dan jika diumumkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu langkah paling tegas London dalam mengatur akses media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun.
Source: www.beritasatu.com






