Inggris akan langsung menghadapi ujian berat saat membuka Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, pada Kamis (18/6/2026) pukul 03.00 WIB. Laga ini dipandang penting karena hasil pertandingan pertama kerap menentukan arah persaingan di fase grup.
Dalam format Piala Dunia 2026, peluang lolos juga lebih terbuka bagi tim peringkat tiga terbaik. Karena itu, satu poin maupun tiga poin pada pertandingan awal dapat memberi pengaruh besar terhadap perjalanan kedua tim.
Rivalitas yang Berkali-kali Berujung Ketat
Inggris dan Kroasia sudah lama memiliki sejarah pertemuan yang sulit ditebak. Salah satu duel paling dikenang terjadi pada semifinal Piala Dunia 2018, ketika Kroasia menang lewat perpanjangan waktu sebelum melaju ke final.
Setelah itu, pertemuan kedua tim tetap berjalan rapat. Ada hasil imbang tanpa gol di Nations League, lalu Inggris membalas lewat kemenangan tipis pada laga berikutnya.
Pola serupa juga terlihat di Euro 2020, saat Inggris menang dengan selisih satu gol. Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa laga ini hampir selalu berlangsung dalam margin kecil dan jarang memberi ruang untuk kesalahan.
Inggris Masuk dengan Tekanan Besar
Inggris datang ke turnamen ini dengan beban ekspektasi tinggi. Dalam beberapa edisi terakhir, mereka terus berada dekat dengan gelar, tetapi belum berhasil menjadi juara.
Catatan semifinal Piala Dunia 2018, final Euro 2020, dan final Euro 2024 memperlihatkan stabilitas, namun sekaligus menegaskan pekerjaan rumah yang belum tuntas. Thomas Tuchel kini memimpin Inggris dan membawa harapan baru untuk mengubah status “hampir juara” menjadi prestasi nyata.
Di bawah arahan Tuchel, Inggris diperkirakan tampil lebih terstruktur dan berhati-hati sejak menit awal. Pendekatan itu dinilai penting karena laga pembuka biasanya menuntut kontrol emosi dan disiplin taktik yang tinggi.
Skuad Inggris Tetap Dalam Kedalaman Kuat
Absennya Tino Livramento membuat lini belakang harus disesuaikan, dengan John Stones dan Marc Guéhi diperkirakan menjadi duet utama di jantung pertahanan. Jordan Pickford tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Di lini tengah, Declan Rice dan Elliot Anderson diprediksi mengisi poros permainan. Posisi gelandang serang masih diperebutkan Morgan Rogers dan Jude Bellingham, sementara Harry Kane tetap menjadi tumpuan di lini depan.
Inggris juga memiliki opsi di sektor sayap melalui Noni Madueke dan Anthony Gordon. Kehadiran mereka memberi variasi serangan dari sisi lapangan dan membantu tim menjaga keseimbangan saat menyerang maupun bertahan.
Kroasia Masih Tangguh dan Sulit Diremehkan
Kroasia kembali datang sebagai tim yang kerap melampaui prediksi banyak pihak. Meski generasi emas mereka tidak lagi sepenuhnya utuh, tim ini tetap dikenal disiplin, berpengalaman, dan sulit dibaca dalam format turnamen.
Setelah pencapaian besar di Piala Dunia 2018 serta konsistensi pada Euro 2020 dan 2024, Kroasia tetap dianggap lawan berat. Mereka punya kebiasaan menjaga tempo pertandingan dan memanfaatkan momen kecil untuk menciptakan masalah bagi lawan.
Kroasia juga diperkirakan tetap memakai formasi tiga bek dengan sistem 3-4-3. Dominik Livaković akan menjaga gawang, sedangkan lini belakang bisa diisi Josip Šutalo, Luka Vušković, dan Joško Gvardiol.
Modrić dan Kovačić Tetap Menjadi Sandaran
Lini tengah Kroasia bertumpu pada Luka Modrić dan Mateo Kovačić. Keduanya memberi kontrol, ketenangan, dan pengalaman dalam laga besar yang sering berjalan sempit.
Di lini serang, nama-nama seperti Martin Baturina dan Petar Musa disiapkan untuk memberi ancaman. Kroasia kemungkinan tidak akan terlalu terbuka sejak awal karena prioritas utama mereka adalah menjaga peluang tetap hidup di grup yang ketat.
Secara kualitas skuad, Inggris memang terlihat lebih unggul di atas kertas. Namun, pengalaman Kroasia dalam menghadapi laga bertekanan tinggi membuat duel ini sulit diprediksi sebagai pertandingan yang berjalan mudah bagi salah satu pihak.
Statistik pertemuan juga mendukung dugaan bahwa laga akan berlangsung ketat. Dalam 18 laga pembuka terakhir di ajang resmi, Inggris mayoritas terlibat dalam pertandingan dengan selisih satu gol atau lebih sedikit.
Situasi itu membuat hasil imbang atau kemenangan tipis menjadi skenario yang paling masuk akal. Inggris lebih diunggulkan untuk menang, tetapi Kroasia memiliki cukup pengalaman untuk memaksa laga berjalan sampai menit akhir dengan tensi tinggi.
Source: www.beritasatu.com






