Inkverse 2026 Pertemukan Tato, Motor Besar, dan Budaya Urban di Jakarta Selatan

Festival Inkverse: The Body Art Festival 2026 akan mempertemukan seni tato, body art, komunitas otomotif, dan budaya urban dalam satu ruang yang sama. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Mei 2026 di The Brickhall, Fatmawati City Center, Jakarta Selatan.

Dengan tema “Where Ink Becomes Identity”, festival ini menempatkan tato dan body art sebagai bentuk ekspresi diri yang dekat dengan gaya hidup urban modern. Maxdecal bersama Indonesia Subculture, dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, mengemas ajang ini bukan hanya sebagai pameran seni tubuh, tetapi juga sebagai ruang temu berbagai subkultur.

Tato, identitas, dan lintas industri

Pendekatan yang diambil Inkverse tidak berhenti pada seni tato semata. Festival ini juga menghubungkan dunia body art dengan wrapping, karena keduanya dipandang memiliki filosofi serupa dalam menjadikan tubuh atau bodi kendaraan sebagai kanvas ekspresi.

Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, menjelaskan bahwa dua bidang itu sama-sama bertumpu pada identitas, storytelling, dan personalisasi visual. Dari sudut pandang itu, festival ini ingin membuka percakapan yang lebih luas tentang bagaimana budaya urban membentuk selera visual dan gaya hidup masyarakat.

Panggung bagi seniman dan komunitas

Inkverse 2026 disiapkan sebagai ruang temu bagi seniman tato, kolektor, pecinta otomotif, dan komunitas kreatif. Panitia menargetkan kehadiran 2.500–5.500 pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk urban millennials, Gen Z, komunitas tato, komunitas moge seperti HOG (Harley Owner Group) Anak Elang dan Harley Davidson Jakarta, serta pelaku industri kreatif.

Selama dua hari, rangkaian acara akan diisi dengan Live Tattoo Session, Hand Tapping Tattoo Durga from Mentawai, Tattoo Flash, Body Suspension, Tattoo Competition, Artist Showcase, serta Harley-Davidson & Big Bike Showcase. Susunan kegiatan ini dibuat untuk mempertemukan subkultur yang biasanya bergerak di ruang masing-masing.

Juri dari kancah nasional dan internasional

Festival ini juga menghadirkan panel juri yang berasal dari industri tato nasional dan internasional. Salah satu nama yang tercantum adalah Billy Lawrence, tattoo artist muda yang pernah meraih penghargaan di Cherry Hill Tattoo Expo, Philadelphia, AS.

Billy dikenal dengan gaya yang memadukan anime, freehand, dan oriental. Ia menilai arah dunia tato kini makin konseptual, karena banyak orang datang dengan visi yang jelas dan artist dituntut untuk mewujudkannya.

Nama lain di panel juri adalah Maliq, yang dikenal lewat gaya blackwork, Japanese, dan ornamental. Ada juga Hanny Loren, yang mewakili female tattoo artist Indonesia.

Peluncuran produk untuk roda dua

Di luar agenda seni tubuh, Maxdecal memanfaatkan festival ini untuk memperkenalkan 9600 Print Series. Produk tersebut menggunakan material vinyl automotive-grade dengan lapisan pelindung UV dan adhesive high-performance yang dirancang mengikuti kontur body motor.

Maxdecal menyebut material itu tahan terhadap cuaca tropis, fleksibel untuk permukaan yang kompleks, dan memberi perlindungan tambahan pada cat asli dari goresan ringan serta oksidasi. Untuk memperlihatkan penggunaannya, material tersebut langsung diaplikasikan pada Harley-Davidson Road Glide.

Nofian menyebut pasar roda dua di Indonesia punya kultur modifikasi yang kuat, terutama di kalangan motor custom. Ia menilai segmen pengguna motor harian, sport, moge, hingga custom sama-sama mencari personalisasi dan identitas visual yang kuat.

Ke depan, Maxdecal menyiapkan roadmap produk yang lebih menyasar motor besar dan motor sport. Perusahaan itu ingin menjaga kualitas premium tetap ada sambil memperluas pasar ke lebih banyak pengguna di industri roda dua dan budaya visual urban.

Source: www.medcom.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer