Persetujuan FDA atas insulin basal kerja panjang mingguan pertama dari Novo Nordisk memberi pilihan baru bagi orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Bagi pasien yang selama ini harus menjalani suntikan harian, kehadiran terapi mingguan ini membuka jalan menuju pengelolaan gula darah yang lebih sederhana.
Terapi tersebut hadir sebagai insulin basal berkonsentrasi 700 units/mL dan digunakan bersama diet serta olahraga untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Meski jadwal pemberiannya berbeda, tujuan utamanya tetap sama, yaitu membantu pasien mencapai kontrol glukosa yang lebih baik.
Didukung uji klinis fase 3a
Keputusan FDA itu bertumpu pada program uji klinis fase 3a ONWARDS yang melibatkan sekitar 2.680 pasien dewasa dengan diabetes tipe 2 yang belum terkontrol. Program ini membandingkan insulin basal mingguan dengan insulin harian melalui empat uji coba acak dengan metode active-controlled dan treat-to-target.
Hasil pengujian menunjukkan insulin mingguan mampu menurunkan HbA1c secara sebanding dengan insulin basal harian. Profil keamanannya juga dinilai konsisten dengan terapi insulin basal harian yang sudah lebih dulu digunakan dalam praktik klinis.
Potensi meringankan beban pengobatan
Keunggulan utama dari opsi mingguan ini bukan hanya pada efektivitasnya, tetapi juga pada potensi penyederhanaan rutinitas pasien. Bagi banyak orang yang bergantung pada injeksi setiap hari, pengurangan frekuensi suntikan dapat membuat terapi terasa lebih ringan dijalani.
Di Indonesia, tantangan kepatuhan masih besar karena lebih dari 20 juta orang dewasa tercatat hidup dengan diabetes. Sebuah studi yang dikutip menunjukkan 43,4% pasien diabetes tipe 2 merasa terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari, sementara 28,4% mengaku sering lupa menjalani terapi.
Kondisi itu membuat insulin basal mingguan dipandang relevan sebagai opsi yang dapat membantu menyederhanakan pengobatan. Jika beban suntikan harian berkurang, peluang pasien untuk lebih patuh pada terapi juga bisa meningkat.
Sikap Novo Nordisk terhadap inovasi insulin
Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar menegaskan bahwa hadirnya insulin basal mingguan mencerminkan komitmen perusahaan pada inovasi perawatan kesehatan. Ia juga menyebut perusahaan tetap fokus pada pengembangan insulin ketika sebagian pelaku industri farmasi mulai mengurangi bisnis di sektor tersebut.
Doustdar menambahkan bahwa Novo Nordisk ingin terus mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari. Pernyataan itu menunjukkan bahwa perusahaan tetap menempatkan insulin sebagai kategori terapi yang penting dan masih sangat dibutuhkan.
Selama lebih dari dua dekade, Novo Nordisk juga disebut terus menghadirkan inovasi terapi diabetes di Indonesia, termasuk insulin koformulasi dan terapi GLP-1 untuk diabetes tipe 2 maupun obesitas. Perusahaan mengingatkan pasien untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai atau mengubah pengobatan diabetes agar terapi tetap sesuai dengan kondisi masing-masing.
