Pergantian platform pada Razer Blade 16 generasi terbaru justru memberi kejutan positif. Dalam sejumlah pengujian gim, varian Intel Core Ultra 9 386H mampu mengungguli model sebelumnya yang memakai AMD Ryzen AI 9 HX 370, meski keduanya sama-sama dipasangkan dengan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop.
Hasil awal ini membuat perpindahan dari AMD ke Intel terlihat tidak sekadar perubahan komponen. Untuk laptop gaming premium yang tipis, selisih performa seperti ini cukup penting karena prosesor dan GPU harus bekerja seimbang dalam berbagai skenario.
Keunggulan Intel terlihat di beberapa tes
Pada salah satu benchmark, Razer Blade 16 berbasis Intel mencatat 139.5 fps. Di pengujian yang sama, model AMD hanya berada di 105.3 fps, sehingga jaraknya cukup jelas.
Polanya juga muncul pada tes lain. Varian Intel mencapai 116.6 fps dengan minimum 94.5 fps dan P1 85.9 fps, sedangkan model AMD tercatat 105.8 fps pada pengujian serupa.
Di pengujian berikutnya, model Intel kembali unggul dengan 105.8 fps, minimum 84.1 fps, dan P1 74.9 fps. Sementara itu, versi AMD berhenti di 98.6 fps.
Ada pula tes yang menunjukkan hasil hampir berimbang. Model Intel meraih 50.9 fps dengan minimum 42.2 fps dan P1 39.9 fps, sedangkan varian AMD berada sangat dekat di 50.7 fps.
Tidak semua benchmark berpihak pada Intel
Meski beberapa hasil mendukung platform baru, jarak performanya tidak selalu sama di setiap pengujian. Dalam salah satu tes, Razer Blade 16 Core Ultra 9 386H mencatat 72.5 fps, sementara versi AMD justru berada di 83.7 fps.
Ada juga pengujian lain yang menempatkan model Intel di angka 89.9, sedangkan model AMD tercatat 83.7. Pada tes berbeda, varian Intel memperoleh 49.1, sementara model AMD berada di 46.2.
Sejumlah pengujian lain memperlihatkan angka yang sangat dekat. Model Intel tercatat 28 fps dan 13.3 fps pada dua tes berbeda, sedangkan varian AMD berada di 26.1 dan tidak jauh dari angka tersebut.
Tetap kompetitif di kelas laptop gaming premium
Razer Blade 16 generasi 2026 tetap menunjukkan karakter sebagai laptop gaming kelas atas. Meski platform prosesor berubah, hasil benchmark awal menegaskan bahwa perangkat ini masih mengejar performa tinggi dengan dukungan RTX 5090 Laptop.
Bagi laptop gaming premium yang mengutamakan desain tipis, hasil seperti ini memberi sinyal penting. Pada sejumlah skenario, kombinasi Intel Core Ultra 9 386H dan RTX 5090 Laptop bahkan tampil lebih baik daripada konfigurasi AMD sebelumnya.
Dengan performa yang masih sangat kompetitif, perpindahan ini tampaknya tidak mengorbankan daya tarik utama Blade 16. Justru, di beberapa gim dan benchmark, perubahan ke Intel membuka ruang peningkatan yang cukup terasa.
