Intersepsi Armada Kemanusiaan Global Sumud, Lima WNI Dan Sekitar 100 Aktivis Ditahan Israel

Lima WNI ikut masuk dalam daftar peserta Global Sumud Flotilla yang ditangkap militer Israel saat armada itu dicegat di perairan sekitar Siprus, Mediterania Timur. Dalam operasi itu, sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara juga ikut diamankan ketika misi mereka tengah bergerak menuju Gaza.

Di antara lima WNI tersebut, terdapat nama-nama yang berasal dari jalur berbeda di dalam armada. Andi Angga berada di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono ada di kapal Bolarize, sedangkan tiga WNI lain berada di kapal Ozgurluk, yaitu jurnalis Republika Thoudy Badai, jurnalis iNews Heru Rahendro, dan jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho.

Kabar penangkapan itu memicu sorotan karena misi ini membawa bantuan kemanusiaan, bukan perlengkapan militer. Koalisi Global Sumud Flotilla menegaskan bahwa kapal-kapal militer Israel mulai mencegat armada mereka dan menaiki kapal pertama pada siang bolong.

Koalisi tersebut juga menyampaikan penolakan atas apa yang mereka sebut sebagai normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional dan penculikan warga sipil yang tidak bersenjata. Mereka meminta para peserta segera dibebaskan, armada diberi jalur aman, dan pengepungan ilegal terhadap Gaza diakhiri.

Dalam video yang dibagikan Tempo melalui media sosial, Andre Prasetyo Nugroho sempat meminta warganet menyebarkan pesan SOS itu seluas-luasnya. Sementara itu, empat WNI lainnya yang ikut dalam misi masih terus berlayar.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan pernyataan resmi pada Senin (18/5) dan menekankan bahwa para relawan datang tanpa senjata. Ia menyebut mereka membawa solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, serta suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina.

Andi juga menyoroti keselamatan jurnalis yang turut dalam misi tersebut. Menurut dia, penangkapan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, dan kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan ke Gaza.

Di sisi lain, media Israel melaporkan bahwa aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah operasi selesai. Seorang aktivis di atas kapal juga mengatakan kepada koresponden bahwa armada itu tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.

Misi Global Sumud Flotilla pun kembali menjadi perhatian karena mempertemukan aksi kemanusiaan dengan ketegangan politik di jalur pelayaran menuju Gaza. Kehadiran lima WNI di dalam armada itu membuat peristiwa tersebut ramai dibicarakan di Indonesia, terlebih karena yang ditahan termasuk jurnalis dan relawan sipil.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait