Investasi Emas Pegadaian Kian Mudah Dijangkau, Tring Sudah Dipakai 6 Juta Orang Untuk Android62

Author: Redaksi Android62

Lebih dari 6 juta pengguna telah mengunduh dan memakai aplikasi investasi emas Tring milik PT Pegadaian (Persero) hanya dalam 6 bulan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa layanan digital Pegadaian mulai diterima luas, terutama di tengah tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.

Perusahaan melihat pencapaian itu sebagai sinyal bahwa kanal digital kini menjadi jalur penting untuk memperluas layanan. Dari lebih dari 20 juta nasabah, Pegadaian menargetkan 70 persen pengguna aktif berpindah ke Tring agar transaksi dan edukasi investasi bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dorongan digital jadi fokus utama

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti menilai kanal digital tidak bisa lagi dipandang sebagai pelengkap. Jangkauan outlet fisik memang sudah cukup besar dengan lebih dari 4.030 outlet, tetapi ruang pertumbuhan lewat teknologi dinilai jauh lebih luas.

Digitalisasi juga ditopang oleh infrastruktur teknologi informasi serta kerja sama dengan berbagai perbankan di Indonesia. Kombinasi itu diarahkan agar layanan Pegadaian menjadi lebih stabil, mudah diakses, dan menjangkau pengguna dari beragam segmen.

Bagi Pegadaian, strategi digital bukan hanya soal mempercepat transaksi. Pendekatan ini juga dipakai untuk memperkuat literasi keuangan agar masyarakat lebih mudah mengenal emas sebagai instrumen investasi.

Modal kecil, akses lebih lebar

Salah satu alasan Tring cepat menarik perhatian adalah kemudahan memulai investasi. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa membeli emas mulai dari Rp10.000, sehingga produk ini terasa lebih dekat bagi investor pemula.

Skema itu selaras dengan karakter pengguna muda yang cenderung menginginkan layanan cepat, sederhana, dan bisa diakses lewat ponsel. Pegadaian mencatat Gen Z sudah mencakup sekitar 50 persen dari total nasabah, sehingga kebutuhan untuk menyajikan layanan yang ringkas menjadi semakin besar.

Kedekatan dengan generasi muda itu juga penting karena mereka diposisikan sebagai sumber pertumbuhan pengguna baru. Dengan hambatan masuk yang rendah, emas digital menjadi lebih mudah dipahami sebagai pilihan awal untuk mulai berinvestasi.

Anak muda didekati lewat komunitas

Pegadaian tidak hanya bertumpu pada aplikasi untuk membesar basis pengguna. Perusahaan juga aktif masuk ke ruang-ruang yang dekat dengan minat anak muda, seperti musik, olahraga, dan aktivitas berbasis komunitas.

Salah satu contoh yang menonjol adalah Pegadaian Golden Run dalam rangka HUT ke-125 perusahaan. Kegiatan lari yang dimulai pukul 05.00 WIB itu tidak hanya diposisikan sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan keterlibatan dengan masyarakat.

Pendekatan berbasis komunitas seperti ini dinilai memudahkan penyampaian pesan investasi emas. Cara tersebut memberi ruang bagi Pegadaian untuk memperluas literasi keuangan tanpa harus selalu mengandalkan komunikasi formal di kantor layanan.

Arah perluasan layanan tidak berhenti di produk

Transformasi Pegadaian juga terlihat pada langkah sosial yang dijalankan perusahaan. Melalui program Pegadaian Peduli, perusahaan menyalurkan donasi Rp1,25 miliar kepada lima yayasan di Indonesia.

Kegiatan itu turut melibatkan atlet berkebutuhan khusus, sehingga menunjukkan upaya Pegadaian menjaga kedekatan dengan berbagai kelompok masyarakat. Di sisi lain, perusahaan juga mulai membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas dengan menyesuaikan jenis pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing.

Direktur Human Capital Pegadaian Tribuana Tunggadewi menyebut kebijakan tersebut masih dirintis. Ia mencontohkan, penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik tetapi memiliki kemampuan komunikasi yang baik bisa ditempatkan di contact center atau fungsi lain yang sesuai.

Di tengah perluasan layanan digital dan pendekatan sosial tersebut, emas tetap diposisikan sebagai aset yang fleksibel. Dalam kondisi tertentu, emas bisa digadaikan untuk membantu kebutuhan likuiditas, sehingga memberi ruang lebih luas bagi masyarakat dalam mengelola keuangan.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru