Iran Pasang Syarat Dana Beku dan Sanksi, Nego Nuklir dengan AS Belum Mau Dibuka

Author: Redaksi Android62

Iran menegaskan pembahasan akhir terkait program nuklirnya belum akan dibuka sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat yang telah ditetapkan. Salah satu tuntutan paling menonjol adalah pelepasan setengah dari dana Iran yang dibekukan, yang disebut mencapai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp427 triliun.

Informasi itu disampaikan kantor berita Iran, Mehr, di tengah munculnya kabar mengenai draf memorandum untuk mengakhiri konflik antara Teheran dan Washington. Dalam kerangka yang dibahas, isu nuklir tidak ditempatkan sebagai perundingan tunggal, melainkan menjadi bagian dari paket kesepakatan yang lebih luas.

Tekanan utama dari Teheran

Selain dana beku, Iran meminta sanksi minyak terhadap negaranya ditangguhkan dan blokade maritim dicabut. Menurut laporan Mehr, syarat-syarat tersebut harus dipenuhi lebih dulu agar negosiasi substansial bisa bergerak ke tahap berikutnya.

Setelah draf nota kesepahaman selesai, Amerika Serikat juga diminta untuk sepenuhnya mencabut blokade maritim dalam waktu 30 hari. Iran turut menuntut pembebasan dana yang diblokir, pencabutan sanksi atas ekspor minyak, dan penyusunan rencana rekonstruksi untuk Iran senilai sedikitnya 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,33 kuadriliun.

Isi kesepakatan yang ingin dibawa ke meja perundingan

Mehr menyebut kesepakatan akhir nantinya akan membahas nasib bahan-bahan yang telah diperkaya Iran. Pembahasan juga mencakup kegiatan pengayaan dan pencabutan sanksi yang selama ini menjadi titik utama sengketa antara kedua pihak.

Negosiasi mengenai program nuklir Iran disebut baru akan dimulai setelah nota kesepahaman tentang penyelesaian konflik disetujui. Dengan demikian, Teheran ingin ada payung kesepakatan awal sebelum masuk ke detail teknis yang lebih sensitif.

Di luar nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik, Iran juga meminta pencabutan sanksi langsung AS dan sanksi sekunder. Jenis sanksi sekunder itu dinilai ikut memengaruhi kerja sama Iran dengan negara lain.

Latar ketegangan yang masih berlanjut

Mehr menyebut pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target di wilayah Iran. Laporan itu menyebut lebih dari 3.000 orang tewas dalam serangan tersebut.

Kemudian pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata yang masih berlaku secara resmi. Meski begitu, kedua negara tetap menjalankan proses negosiasi untuk menyusun kerangka memorandum kesepahaman.

Situasi di lapangan belum sepenuhnya tenang karena kedua pihak sesekali masih melancarkan serangan terisolasi. Kondisi itu membuat pembicaraan nuklir dan upaya penyelesaian konflik terus berjalan di tengah ketegangan yang belum reda.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru