PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menegaskan belum ada fakta material lain yang belum disampaikan ke Bursa Efek Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan, meski pasar sedang menyorot pergerakan sahamnya. Perseroan juga menyatakan belum mengetahui sentimen lain yang secara langsung memicu volatilitas nilai efek di pasar modal.
Di tengah perhatian itu, pengunduran diri Direktur AMMN, Irwin Ka Pui Wan, ikut menjadi pusat sorotan. Permohonan mundur Irwin diterima perseroan pada 14 Mei 2026, lalu diumumkan melalui keterbukaan informasi pada 18 Mei 2026.
Proses pengunduran diri masih menunggu pemegang saham
Corporate Secretary AMMN, Vemmy Febrianti, menjelaskan bahwa perseroan akan memproses permohonan tersebut sesuai regulasi OJK dan Anggaran Dasar perusahaan. Karena itu, langkah akhir tetap harus dibawa ke rapat pemegang saham.
Agenda pengesahan pengunduran diri dan pengakhiran masa jabatan Irwin dijadwalkan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 19 Mei 2026. Sampai ada keputusan resmi, status jabatan Irwin masih menunggu persetujuan pemegang saham.
Dengan begitu, pengunduran diri itu belum otomatis berlaku penuh sebelum forum pemegang saham memberi pengesahan. Proses tersebut menjadi penentu langkah resmi perseroan berikutnya terkait kursi direksi.
Saham AMMN sedang berada di bawah tekanan
Sorotan atas pengunduran diri Irwin muncul saat saham AMMN tengah tertekan dan bergerak volatil. Pada perdagangan 18 Mei 2026, saham emiten tambang itu bahkan sempat terseret koreksi tajam hingga menyentuh batas auto-reject bawah.
Kondisi pasar yang rapuh membuat kabar mundurnya salah satu direktur asing AMMN langsung memancing perhatian investor. Irwin sendiri sudah menjabat sejak 2021, sehingga keputusannya mundur ikut menambah perhatian terhadap dinamika internal perusahaan.
Pada hari yang sama, saham AMMN juga ditutup melemah di tengah kabar penghapusan dari MSCI Global Standard Index. Tekanan dari isu indeks itu ikut membuat pasar semakin sensitif terhadap setiap perkembangan baru dari perseroan.
Belum ada rencana korporasi baru
Dalam keterbukaan yang sama, AMMN menyebut belum ada rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat. Pengecualian hanya terkait pengalihan saham hasil pembelian kembali yang sudah dimiliki perusahaan.
Pernyataan itu penting karena muncul di tengah spekulasi pasar yang mengaitkan pelemahan saham AMMN dengan perubahan di jajaran direksi. Namun dari sisi perusahaan, belum ada informasi tambahan yang diumumkan sebagai pemicu langsung.
Irwin masih punya kepemilikan di AMMN
Di sisi lain, laporan registrasi efek per April 2026 menunjukkan Irwin masih memegang saham minoritas di AMMN. Porsinya tercatat 0,054 persen, setara 39,06 juta lembar saham.
Data tersebut menunjukkan bahwa Irwin masih memiliki eksposur langsung terhadap emiten tambang itu saat pengunduran dirinya diajukan. Kini, keputusan final atas posisinya bergantung pada hasil RUPST yang akan menentukan langkah resmi perseroan di tengah tekanan pasar dan sorotan investor yang masih tinggi.







