Persetujuan regulator Tiongkok untuk sistem AI Apple berpotensi menjadi faktor penting bagi iPhone 18 Pro Max di pasar tersebut. Kehadiran Apple Intelligence secara penuh dapat memberi nilai pembeda yang lebih kuat dibanding peningkatan perangkat keras semata.
Nilai tambah itu akan diuji oleh potensi kenaikan harga yang besar. Bocoran menyebut iPhone 18 Pro Max dapat dibanderol hingga US$300 lebih mahal daripada generasi sebelumnya.
Kenaikan biaya komponen, khususnya memori, sedang menekan industri ponsel di Tiongkok. Apple memang belum menaikkan harga produknya secara resmi di negara itu, tetapi perusahaan disebut telah mengurangi promosi dan diskon.
Jika kenaikan harga tersebut terealisasi, fitur AI perlu menawarkan manfaat yang terasa bagi calon pembeli. Pengalaman perangkat lunak akan menjadi bagian penting dari alasan konsumen memilih model Pro Max terbaru.
Peluang Baru dari Izin Regulator
Administrasi Ruang Siber Tiongkok atau CAC disebut telah memberikan izin bagi sistem AI Apple untuk beroperasi di negara itu. Hal ini membuka peluang bagi iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra menjadi iPhone pertama di Tiongkok dengan Apple Intelligence terintegrasi penuh sejak awal penjualan.
Tiongkok merupakan pasar iPhone terbesar kedua bagi Apple setelah Amerika Serikat. Karena itu, kelancaran peluncuran fitur AI di negara tersebut dapat memengaruhi daya tarik lini iPhone generasi berikutnya secara signifikan.
Apple Intelligence diperkenalkan pada 2024, tetapi belum tersedia di Tiongkok karena layanan AI harus melalui evaluasi regulator setempat. Apple dikabarkan membangun ekosistem khusus untuk memenuhi ketentuan lokal tanpa memakai model AI dari Google maupun OpenAI.
| Pihak | Peran dalam ekosistem AI Apple di Tiongkok |
|---|---|
| Alibaba | Moderator konten untuk membantu memastikan respons AI sesuai ketentuan hukum. |
| Baidu | Penyedia platform AI inti yang mendukung sejumlah fitur cerdas pada perangkat. |
Pembaruan iOS dan Perangkat Keras
iOS 27 dikabarkan membawa kemampuan AI tambahan, termasuk Siri yang lebih cerdas dan pemrosesan konteks yang lebih baik. Pembaruan itu juga disebut dapat mendukung pembuatan konten serta alur kerja yang lebih efisien.
Selama ini, implementasi Apple Intelligence dinilai belum sepenuhnya memenuhi potensi yang pernah digambarkan Apple. Fitur yang tersedia belum menciptakan jarak besar dengan para pesaing di pasar AI ponsel.
Dari sisi perangkat keras, lini iPhone 18 Pro sebelumnya diperkirakan memakai chip A20 Pro berbasis proses 2nm. Bocoran lain mencakup baterai lebih besar, kamera dengan aperture variabel, dan sensor Dynamic Island yang lebih kecil.
Penyempurnaan teknis tersebut tetap penting, tetapi belum tentu mendorong pengguna generasi sebelumnya untuk segera mengganti perangkat. Integrasi Apple Intelligence di Tiongkok berpotensi membuat paket peningkatan itu terasa lebih relevan.
Persaingan Pasar Tetap Ketat
Posisi Apple di Tiongkok menunjukkan tanda pemulihan setelah mendapat tekanan dari Huawei, Xiaomi, dan vivo. Kuartal keempat 2025 disebut sebagai periode bisnis Apple yang paling kuat di negara itu sejak 2021, terutama berkat penjualan seri iPhone 17.
IDC menilai Apple sebagai merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal kedua meski pasar Tiongkok secara umum melambat. Counterpoint Research lebih berhati-hati dan menyebut Huawei sebagai satu-satunya merek dengan pertumbuhan positif, tetapi keduanya menempatkan Apple sebagai produsen smartphone terbesar kedua di Tiongkok.
Keberhasilan iPhone 18 Pro Max nantinya tidak hanya ditentukan oleh izin regulasi atau spesifikasi baru. Apple perlu membuktikan bahwa Apple Intelligence mampu menghadirkan fungsi yang benar-benar berguna di tengah persaingan pasar smartphone Tiongkok yang ketat.
