Jarak Tempuh Selis E-Max 2026 Bisa Tembus 230 Km, Selisih Harganya Mulai Rp15,5 Juta

Selis E-Max 2026 menarik perhatian karena satu lini ini menawarkan empat karakter pemakaian yang berbeda, dari jarak tempuh pendek sampai klaim daya jelajah 230 km. Selis juga memosisikan model ini sebagai skutik listrik legal jalan raya karena sudah dilengkapi STNK dan BPKB.

Perbedaan paling terasa ada di pilihan baterai, bobot, dan waktu pengisian. Rentang harga OTR-nya juga lebar, mulai Rp15.500.000 hingga Rp35.000.000, sehingga pembeli bisa memilih sesuai kebutuhan harian dan kemampuan anggaran.

Empat varian, empat kebutuhan

Pilihan paling murah adalah E-Max SLA yang dijual Rp15.500.000 OTR. Varian ini memakai baterai SLA 60V 20Ah dengan jarak tempuh sekitar 40 km, kecepatan maksimal 50 km/jam, dan waktu pengisian maksimal 7 jam.

Bobotnya tercatat 95 kg termasuk baterai, dengan daya angkut 200 kg. Selis membekali varian ini dengan charger 60V SLA Charger 3A dan konsumsi daya 180 watt.

Di atasnya ada E-Max Lithium Single Pack seharga Rp22.000.000 OTR. Model ini menggunakan baterai LiFePO4 60V 25Ah dengan jarak tempuh sekitar 60 km dan kecepatan maksimal 50–55 km/jam.

Varian single pack terasa lebih ringan karena bobot motor 79 kg atau 65 kg tanpa baterai. Pengisian dayanya memakai Lithium Charger 60V 5A dengan output 69,35V DC dan durasi maksimal 5 jam, sementara daya angkutnya mencapai 225 kg.

Pilihan untuk jarak lebih jauh

Bagi yang butuh daya jelajah lebih panjang, Selis menyiapkan E-Max Lithium Dual Pack. Harga OTR-nya Rp28.000.000 dan motor ini memakai dua baterai LiFePO4 60V 25Ah sekaligus.

Dengan konfigurasi itu, jarak tempuhnya naik menjadi sekitar 120 km dalam kondisi dua pack battery. Kecepatan maksimalnya tetap 50–55 km/jam, bobot motor 92 kg, dan daya angkutnya 225 kg, sedangkan pengisian maksimal 5 jam per pack.

Pada posisi paling tinggi ada E-Max Long Range atau LR yang dibanderol Rp35.000.000 OTR. Varian ini membawa baterai LiFePO4 60,8V 70Ah berjenis non-removable dan diklaim mampu menempuh sekitar 230 km dalam kondisi ideal dengan satu pengendara.

Kecepatan maksimalnya berada di angka 50 km/jam. Proses pengisian penuh membutuhkan waktu 12 jam menggunakan charger khusus 400 watt.

Basis teknisnya tetap sama

Walau baterainya berbeda-beda, seluruh varian E-Max menggunakan motor penggerak rear hub motor BLDC 60 volt 1.500 watt. Sistem ini bekerja langsung ke roda belakang tanpa rantai, sehingga karakter dasar motor tetap seragam di semua trim.

Seluruh varian juga mengandalkan controller brushless DC 60–72 volt dengan arus maksimal 38A. Untuk pencahayaan, Selis memasang LED headlight dan LED tail light, lalu panel instrumennya memakai LED display yang memuat speedometer, odometer, dan indikator baterai.

Motor listrik ini memiliki tiga mode kecepatan, yaitu mode 1, 2, dan 3. Dimensi bodinya tercatat 184,5 cm x 68 cm x 113 cm tanpa spion, dengan tinggi jok 83 cm.

Fitur, rangka, dan perlindungan

Selis memakai steel frame, pelek magnesium alloy 10 inci, ban tubeless 3.00-10, serta rem cakram hidrolik di depan dan belakang. Setangnya menggunakan pipe metal, sedangkan jok dibungkus synthetic leather warna hitam.

Semua varian juga membawa keyless dengan sensor proximity dan sistem 2-way start. Untuk keamanan tambahan, tersedia anti-theft alarm, GPS tracking, dan immobilizer, meski beberapa di antaranya disebut dapat menjadi fitur tambahan berbayar.

Garansi dan peluang subsidi

Garansi resmi dihitung sejak tanggal pembelian pada invoice. Masa garansinya meliputi rangka 5 tahun, dinamo 1 tahun, controller 3 bulan, charger 3 bulan, dan baterai 2 tahun.

Ada catatan bahwa beberapa sumber menyebut garansi baterai 1 tahun untuk varian tertentu, sehingga pembeli disarankan memastikan langsung ke dealer. Garansi berlaku untuk cacat produksi, bukan kerusakan akibat kelalaian pengguna, dan invoice pembelian bersama bukti dari dealer resmi perlu disimpan untuk klaim.

Model ini juga mencatat TKDN 53,69 persen. Angka tersebut membuat Selis E-Max memenuhi syarat masuk program subsidi motor listrik pemerintah, dengan besaran bantuan mengikuti regulasi yang berlaku dan pada periode tertentu disebut bisa mencapai Rp7 juta per unit.

Berita Terkait