Jingga Surya Menawarkan Air untuk Petani, Pompa Surya Jabar yang Mengurangi Biaya Pengairan

Author: Redaksi Android62

JINGGA SURYA mulai menunjukkan perannya sebagai solusi irigasi yang lebih hemat bagi petani di Jawa Barat. Pompa air tenaga surya ini dirancang untuk menjawab dua persoalan yang paling sering muncul di lapangan, yaitu sulitnya akses air dan mahalnya biaya pengairan.

Teknologi tersebut hadir di tengah kondisi yang masih membuat banyak petani bergantung pada pompa berbahan bakar minyak. Saat harga BBM terus naik dan pasokannya tidak selalu mudah dijangkau di wilayah pertanian, biaya operasional pengairan ikut membebani petani.

Dirancang untuk lahan yang tidak selalu punya listrik

Kepala UPTD BP Mektan Jabar, Anggi Jingga, menjelaskan bahwa JINGGA SURYA lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Tidak semua kawasan pertanian memiliki akses listrik yang memadai, sementara kebutuhan air justru meningkat ketika musim kemarau atau fenomena El Nino terjadi.

Dalam situasi seperti itu, petani sering menghadapi pilihan yang terbatas. Mereka tetap harus mengairi lahan, tetapi di sisi lain harus menanggung biaya bahan bakar dan perawatan pompa konvensional yang tidak kecil.

Cara kerja dan kapasitas pompa

JINGGA SURYA adalah pompa irigasi air dangkal berukuran 3 inch yang memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi utama. Sistemnya terdiri atas panel surya, kontrol kelistrikan, elektro motor, pompa air, jaringan distribusi, dan rangka portabel yang mudah dipindahkan.

Perangkat ini memakai tiga panel surya berkapasitas 550 Wp per unit, dengan total daya 1.650 Wp. Kapasitas tersebut lebih besar dari kebutuhan daya pompa, sehingga pasokan energi tetap stabil meski cuaca tidak sepenuhnya cerah.

Hasil pengujian menunjukkan pompa mampu mengalirkan air hingga 25.000 liter per jam. Air dapat diambil dari sumur dangkal, embung, maupun sumber air permukaan lain untuk disalurkan ke lahan pertanian sesuai kebutuhan.

Biaya lebih ringan, perawatan lebih sederhana

Keunggulan JINGGA SURYA tidak berhenti pada penggunaan energi bersih. Petani tidak perlu lagi membeli BBM setiap kali melakukan pengairan, sehingga biaya operasional dapat ditekan lebih jauh.

Selain itu, biaya perawatan juga cenderung lebih rendah karena sistem ini tidak membutuhkan penggantian oli atau komponen mesin pembakaran seperti pada pompa konvensional. Hal ini membuat pengoperasian menjadi lebih sederhana bagi petani.

Sudah diterapkan di beberapa wilayah

Inovasi ini telah digunakan di Kabupaten Cianjur, Satpel Cirebon, Satpel Karawang, dan Satpel Pangandaran. Penerapan di sejumlah daerah tersebut menunjukkan bahwa teknologi ini bisa menyesuaikan diri dengan karakteristik lahan pertanian yang berbeda.

UPTD BP Mektan Jabar berharap pemanfaatan JINGGA SURYA dapat diperluas ke wilayah lain yang memiliki keterbatasan akses air dan masih bergantung pada pompa BBM. Arah pengembangannya juga ditautkan dengan upaya menjaga ketahanan pangan melalui pertanian yang lebih mandiri.

JINGGA SURYA menjadi salah satu peserta Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2026. Program tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat itu menjadi wadah untuk menjaring dan mengapresiasi inovasi di lingkungan perangkat daerah maupun masyarakat.

Anggi berharap inovasi ini terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas bagi petani. Dengan dukungan energi terbarukan, pompa ini diarahkan untuk membantu mempercepat transformasi pertanian modern di Jawa Barat.

Source: www.sukabumiupdate.com
Berita Terbaru