John Edwards mengundurkan diri dari jabatan ketua Information Commissioner’s Office (ICO) setelah penyelidikan di tempat kerja menyimpulkan ada persoalan terkait pertimbangannya. Dalam pernyataannya, ia mengakui pernah membuat upaya humor yang tidak pantas dan menyinggung orang lain.
Edwards menyampaikan bahwa ia berbeda pendapat dengan cara penyelidikan ICO dijalankan, tetapi menilai posisinya sudah tidak bisa dipertahankan. Ia juga menegaskan tidak ingin menjadi pengalih perhatian dari pekerjaan lembaga tersebut.
Pengunduran diri itu berlaku segera, baik sebagai komisioner maupun ketua ICO. Edwards sebelumnya sudah mundur dari peran aktifnya pada Februari ketika penyelidikan dimulai.
Tekanan pada regulator data dan AI Inggris
ICO merupakan lembaga yang mengatur AI di Inggris sekaligus mengawasi perlindungan data dan hukum kebebasan informasi. Kepergian Edwards menambah sorotan terhadap kinerja lembaga itu di tengah keluhan publik soal penanganan pengaduan data.
Pada 10 Juni, ICO menyatakan penyelidikannya telah selesai dan ada “kasus untuk dijawab”. Lembaga itu juga mengatakan komisioner akan “sementara tidak dapat bertindak dalam menjalankan tanggung jawabnya selama sisa proses”.
Tekanan terhadap ICO meningkat setelah kelompok kampanye nirlaba Good Law Project dan Open Rights Group meluncurkan tindakan hukum. Mereka menuduh regulator itu mengabaikan ribuan keluhan publik soal data.
Respons dan langkah lanjutan
Direktur eksekutif ORG, Jim Killock, menyebut kepergian Edwards sebagai kesempatan bagi pemerintah untuk menunjuk regulator yang lebih tegas. Ia juga mendorong parlemen memastikan komisi berikutnya dijalankan oleh profesional yang ingin hukum ditegakkan, termasuk terhadap kegagalan data pemerintah.
Dalam pernyataannya di LinkedIn, Edwards mengatakan ia bangga atas kontribusinya dan kontribusi staf ICO secara lebih luas. Ia menegaskan komitmennya terhadap prinsip, nilai, dan tujuan yang selama ini memandu kehidupan profesionalnya tetap tidak berubah.
