Moskwa Diguncang Serangan Drone Terbesar Ukraina, Dua Kilang Minyak Ikut Terbakar

Author: Redaksi Android62

Serangan drone besar-besaran Ukraina mengguncang Moskwa dan memicu kebakaran di dua kilang minyak di sekitar ibu kota Rusia. Hampir 200 drone dilaporkan menghantam berbagai target, menjadikannya serangan terbesar ke wilayah Moskwa sejak perang antarkedua negara dimulai.

Dampaknya langsung terasa di sejumlah titik penting. Empat bandara di Moskwa ditutup sementara, lebih dari 500 penerbangan dibatalkan atau ditunda, dan beberapa blok apartemen bertingkat tinggi dievakuasi demi keselamatan warga.

Dua fasilitas energi terdampak

Salah satu lokasi yang terdampak adalah kilang minyak Kapotnya di tenggara Moskwa. Fasilitas itu dilaporkan terbakar untuk ketiga kalinya dalam satu bulan dan kedua kalinya dalam sepekan.

Ledakan di area tersebut disebut membuat tutup tangki penyimpanan minyak terlempar puluhan meter ke udara. Di sekitar kawasan, sebuah pusat perbelanjaan juga dilaporkan terbakar akibat puing drone yang jatuh.

Serangan itu menunjukkan bahwa jaringan target jarak jauh Ukraina kembali menjangkau infrastruktur energi di dekat pusat kekuasaan Rusia. Situasi di kawasan itu pun menjadi salah satu titik paling disorot dalam gelombang serangan terbaru.

Korban luka dan klaim pertahanan Rusia

Gubernur Moskwa Andrei Vorobyov mengatakan sedikitnya 17 orang terluka dalam serangan tersebut. Otoritas Rusia juga mengklaim sebagian besar drone dan rudal Ukraina berhasil dicegat di berbagai wilayah dalam 24 jam terakhir.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan hampir 1.000 drone dan empat rudal jelajah Ukraina berhasil dicegat dan dihancurkan di berbagai wilayah dalam periode yang sama. Klaim itu memperlihatkan skala serangan udara dan balasan yang terus meningkat.

Pesan politik dari Kyiv

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv kembali melancarkan serangan ke wilayah Moskwa, termasuk ke sebuah depot minyak di wilayah Rostov bagian selatan. Ia menyebut aksi itu sebagai bentuk “sanksi jarak jauh”.

Dalam pernyataannya kepada BBC, Zelensky menegaskan bahwa Rusia harus mengambil langkah diplomatik untuk mengakhiri perang. Ia juga mengaitkan serangan terbaru itu dengan serangan Rusia ke Kyiv pada pekan sebelumnya yang menyebabkan kebakaran di sebuah bangunan keagamaan penting bagi Ukraina.

“Sudah saatnya mengakhiri perang ini, dan Rusia harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam diplomasi,” ujar Zelensky. Ia menambahkan, “Kami tidak menginginkan perang ini dan tidak pernah menginginkannya. Tetapi jika Ukraina terbakar, Moskwa Anda juga akan terbakar.”

Meski otoritas Rusia melarang publikasi gambar terkait serangan drone, puluhan video tetap beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan drone melintas pada siang hari dan ledakan di kawasan industri pinggiran Moskwa.

Empat setengah tahun sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai, perang di garis depan masih terus berlanjut. Namun, serangan jarak jauh Ukraina ke Moskwa dan St. Petersburg kini menjadi bagian dari strategi Kyiv untuk memberi tekanan langsung ke wilayah Rusia.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru