Militer Israel mengatakan pasukannya menghantam sejumlah target di seluruh Lebanon selatan sepanjang malam. Serangan itu berlangsung ketika pertempuran dengan Hezbollah terus memanas dan situasi di perbatasan tetap rapuh.
Di lapangan, Hezbollah melaporkan pertempuran intens di kawasan tersebut. Laporan itu menunjukkan bahwa bentrokan di perbatasan masih berlangsung sengit, bahkan saat jalur diplomasi justru tersendat.
Pembicaraan di Swiss ikut tertunda
Di saat yang sama, pembicaraan terjadwal antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss juga ditunda. Penundaan ini menambah tekanan pada upaya untuk mencapai akhir permanen perang Iran, yang sudah dibayangi ketegangan regional yang terus naik.
Penundaan itu muncul setelah Al-Mayadeen, saluran satelit pan-Arab yang memiliki kedekatan politik dengan Hezbollah, melaporkan bahwa Iran menunda pengiriman delegasinya ke Swiss. Langkah tersebut dikaitkan dengan kampanye militer Israel yang masih berlangsung di Lebanon.
Pokok sengketa belum mereda
Isu pendudukan Israel di Lebanon selatan dan serangan berkelanjutan terhadap milisi Syiah Hezbollah yang didukung Iran tetap menjadi pokok bahasan utama dalam perundingan. Israel menyatakan harus tetap menguasai wilayah itu dan bebas bergerak untuk melawan Hezbollah.
Israel juga menegaskan bahwa Hezbollah masih melancarkan serangan ke Israel utara. Dari sudut pandang Tel Aviv, hal itu menjadi alasan untuk mempertahankan kontrol dan ruang gerak militer di kawasan perbatasan selatan Lebanon.
Kombinasi antara serangan di Lebanon selatan dan tertundanya pembicaraan Iran-AS membuat situasi Timur Tengah kembali berada di bawah tekanan besar. Di satu sisi, operasi militer terus berlanjut, sementara di sisi lain jalur diplomasi belum mampu memberi terobosan yang meyakinkan.
