Kabut Ternyata Menopang Redwood Amerika, Rahasia Pohon Tertinggi di Dunia

Author: Redaksi Android62

Redwood Amerika dapat mencapai lebih dari 350 kaki dan dikenal sebagai pohon tertinggi di dunia. Namun, salah satu alasan utamanya justru datang dari sesuatu yang kerap dianggap biasa, yakni kabut pesisir yang menyelimuti habitat alaminya.

National Park Service menjelaskan bahwa pada musim panas yang kering, kabut dapat menyumbang hampir 40 persen dari pengambilan air redwood. Air itu masuk lewat kanopi, lalu membantu pohon raksasa ini bertahan di lingkungan pesisir yang lembap tetapi tetap memiliki periode kering.

Kabut menjadi sumber kelembapan penting

Kabut pesisir terbentuk saat air laut yang dingin bertemu udara hangat dan lembap di atas Samudra Pasifik. Save the Redwoods League menyebut kabut itu bergerak ke daratan dan tertangkap oleh tajuk redwood seperti jaring alami.

Sebagian air diserap daun, sedangkan sisanya menetes ke lantai hutan dan dimanfaatkan akar. Proses ini membuat kabut bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan bagian penting dari sistem hidup redwood di pesisir barat Amerika Utara.

Sebaran alaminya sangat sempit

Coast redwood atau Sequoia sempervirens tumbuh alami di wilayah pesisir Pasifik Amerika Serikat. Menurut USDA Forest Service, sebaran alaminya membentang dari dua rumpun di Sungai Chetco, Oregon barat daya, hingga Salmon Creek Canyon di Monterey County, California.

Jalur itu membentuk sabuk pesisir sepanjang sekitar 724 kilometer, namun lebarnya umumnya hanya 8 sampai 56 kilometer dari pantai. Wilayah tersebut beriklim lembap dengan suhu tahunan sekitar 10 hingga 16 derajat, disertai curah hujan musim dingin dan kabut musim panas yang ikut mengatur sebarannya.

Akar dangkal justru saling menopang

Meski batangnya sangat tinggi, redwood dewasa tidak memiliki akar tunggang. National Park Service menjelaskan bahwa akarnya hanya tumbuh sekitar 3 sampai 4 meter ke dalam tanah, lalu menyebar mendatar sejauh 20 sampai 27 meter dari batang.

Pola akar yang lebar membuat redwood dapat terhubung dengan pohon redwood lain dalam satu tegakan hutan. Jalinan itu membantu mereka tetap stabil meski menjulang sangat tinggi dan menghadapi kondisi pesisir yang berubah-ubah.

Ukuran besar dan umur panjang berjalan bersama

Menurut National Park Service, batang redwood dewasa tumbuh lurus dengan warna cokelat kemerahan dan dapat memiliki diameter lebih dari 20 kaki dari permukaan tanah. Beberapa redwood tertua bahkan disebut sudah menjadi bibit sekitar dua ribu tahun lalu.

Ukuran besar itu membuatnya tampil sangat menonjol di antara pepohonan lain di sekitarnya. Dari kejauhan, satu batang redwood dapat menjulang jauh di atas tajuk hutan, sehingga hutan pesisir tempatnya tumbuh tampak sangat khas.

Hutan tua yang menjadi rumah banyak spesies

Hutan redwood tua bukan hanya penting bagi pohonnya sendiri, tetapi juga bagi banyak kehidupan di sekitarnya. Di bawah naungan pohon raksasa itu tumbuh pakis, semak, rhododendron, Douglas fir, western hemlock, tanoak, dan madrone.

Kanopi yang teduh dan lembap juga menjadi tempat bersarang burung terancam seperti spotted owl dan marbled murrelet. National Park Service menyebut bahan organik yang tertahan di cabang redwood dapat terurai dan membentuk tanah di atas pohon, sehingga pakis, semak, hingga pohon kecil bisa tumbuh ratusan kaki di atas permukaan tanah.

Hubungan antara kabut, akar yang saling menopang, dan lapisan tanah di kanopi menunjukkan betapa rapuh sekaligus kuatnya ekosistem redwood. Pohon tertinggi di dunia ini bertahan bukan hanya karena ukurannya, tetapi karena ketergantungannya pada kelembapan pesisir yang terus berulang.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru