Symani, robot mikrosurgeri besutan MMI, mulai menarik perhatian karena kemampuannya membantu dokter menyambung pembuluh darah dan pembuluh limfatik yang diameternya bisa kurang dari 1 milimeter. Sistem ini dirancang untuk menghadirkan presisi yang sulit dicapai tangan manusia saat operasi menuntut kestabilan ekstrem.
Dalam praktiknya, teknologi ini dipakai pada microsurgery, yakni operasi terbuka di bawah mikroskop bedah. Dengan instrumen miniatur yang diklaim perusahaan sebagai yang terkecil di dunia, Symani membantu dokter mengerjakan prosedur yang selama ini sangat bergantung pada ketelitian tangan dan kontrol gerak yang nyaris tanpa cela.
Gerakan tangan diperkecil dan getaran disaring
Saat dokter menggerakkan kontrol genggam, sistem akan menyaring getaran lalu menerjemahkan gerakan tangan dan pergelangan ke gerakan robotik yang diperkecil. Dokter juga bisa memilih faktor penskalaan gerak dari 7x hingga 20x, sehingga tindakan mikro dapat dilakukan dengan kontrol yang lebih presisi.
CEO MMI, Mark Toland, menyebut robot itu hadir untuk “mendemokratisasi” ukuran pembuluh agar lebih banyak prosedur rumit bisa dilakukan. Ia menggambarkan microsurgery sebagai bidang yang mencakup banyak aplikasi untuk “putting the body back together.”
Digunakan untuk banyak jenis rekonstruksi
Penerapan Symani tidak terbatas pada satu jenis tindakan. Teknologi ini digunakan untuk rekonstruksi payudara, perbaikan limfatik di seluruh tubuh, transplantasi bagi pasien dengan trauma ekstremitas, hingga transplantasi kulit, tulang, dan jaringan dari satu bagian tubuh ke bagian lain setelah cedera traumatis.
Robot ini juga mendukung pemasangan implan koklea, prosedur oftalmik, operasi otak intrakranial, transplantasi hati, dan pengangkatan tumor tulang belakang. Di area lain, fokus pentingnya mencakup penanganan lymphedema, yaitu penumpukan cairan limfatik abnormal yang bisa muncul setelah terapi kanker.
Toland menilai prosedur untuk pasien lymphedema menjadi salah satu area utama bagi teknologi ini. Ia juga menyebut penggunaan pada pasien rekonstruksi kepala dan leher akibat kanker sebagai area ekspansi yang lebih baru di AS.
Izin FDA memperluas pemakaian di AS
Symani menjadi robot bedah pertama yang tersedia di AS untuk microsurgery rekonstruktif setelah menerima de novo classification dari Food and Drug Administration pada 2024. Pada Desember lalu, clearance tambahan dari FDA memperluas kemampuan sistem itu untuk mencakup diseksi jaringan lunak.
Pada sisi penelitian, Bohdan Pomahac, ahli bedah yang memimpin uji pascapasar PRECISE, menilai fitur scaling menjadi pembeda utama Symani dibanding platform bedah jaringan lunak lain, termasuk da Vinci milik Intuitive. Pomahac adalah chief of plastic and reconstructive surgery serta director of the face transplant program di Yale Medicine.
Ia mengatakan kontrol yang tinggi dapat membuat prosedur tertentu menjadi mungkin dikerjakan. Studi PRECISE akan memantau hingga 455 pasien untuk mengevaluasi performa robot dalam prosedur rekonstruksi dan perbaikan limfatik.
Pasar besar dan kompetitor yang masih terbatas
MMI melihat peluang Symani sebagai pasar yang luas karena robot ini dirancang untuk bedah terbuka di banyak spesialisasi. Toland mengatakan ada 40 juta prosedur bedah terbuka per tahun di AS, empat kali jumlah prosedur laparoskopi.
Ia juga menekankan bahwa sebagian besar prosedur da Vinci terjadi di perut dan panggul, biasanya untuk organ besar seperti prostat, kantong empedu, dan usus besar. Symani bergerak di wilayah berbeda, yakni microsurgery di seluruh tubuh, sehingga menurut Toland tidak langsung berhadapan dengan dominasi Intuitive.
MMI sejauh ini tetap menjadi satu-satunya perusahaan dengan robot komersial di AS yang secara spesifik dirancang untuk microsurgery. Calon pesaingnya, Microsure, mulai terlihat melalui sistem MUSA-3 yang baru menerima CE mark di Eropa.
Dana besar, basis di Pisa, dan uji klinis berjalan
MMI mengatakan sudah mengumpulkan total 270 juta dolar untuk mengembangkan Symani. Investor yang mendukung perusahaan ini termasuk Fidelity Management and Research, Andera Partners, Deerfield Management, RA Capital, dan Wellington Partners.
Perusahaan tersebut didirikan pada 2015 di Pisa, Italia, tempat mereka juga memproduksi sistem Symani. MMI kini memiliki kantor di Jacksonville, Florida, dan Pisa, serta pusat Innovation and Operations Center of Excellence di Pisa yang dibuka pada 2022.
Di jalur klinis, MMI menyebut ada enam uji klinis yang sedang merekrut pasien tahun ini. Salah satu yang paling menarik adalah studi REMIND, yang bulan lalu menggunakan Symani untuk menangani seorang pasien Alzheimer dengan tujuan mengevaluasi apakah pemulihan jalur drainase limfatik di deep cervical lymph nodes dapat membantu membersihkan neurotoksin yang diyakini ikut berperan dalam perkembangan penyakit itu.
Studi multi-pusat yang disetujui FDA itu akan melibatkan 15 pasien dan memantau mereka selama 12 bulan setelah prosedur. Arah pengembangan Symani tetap sama, yaitu mendorong batas kemampuan dokter agar rekonstruksi tubuh yang sangat kompleks bisa dilakukan dengan presisi yang sebelumnya sulit dicapai oleh tangan manusia.
