Samsung dan Google membawa Gemini ke bentuk yang sangat berbeda lewat kacamata pintar tanpa layar. Perangkat ini dirancang agar interaksi dengan AI terasa lebih alami, cukup lewat suara, audio, dan respons yang mengikuti situasi di sekitar pengguna.
Langkah ini juga memperlihatkan arah baru Samsung di perangkat yang dikenakan di tubuh. Alih-alih menjadi aksesori tambahan, kacamata pintar itu diposisikan sebagai bagian dari ekosistem Galaxy yang ingin membuat AI selalu siap dipakai dalam rutinitas harian.
AI yang hadir lewat suara, bukan layar
Hal paling mencolok dari kacamata pintar ini adalah absennya layar bawaan. Semua respons dan umpan balik disampaikan melalui audio, sehingga pengalaman pakai bertumpu pada perintah suara dan bantuan Gemini.
Google menyebut Gemini mampu memahami lingkungan sekitar pengguna secara real-time saat menerima permintaan. Pendekatan ini membuat jawaban yang diberikan diharapkan lebih sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi pengguna.
Kacamata tersebut juga memiliki kamera internal untuk mengambil foto dan video. Dengan begitu, perangkat ini tidak hanya berperan sebagai asisten suara, tetapi juga sebagai alat untuk menangkap momen visual langsung dari sudut pandang pengguna.
Fungsi harian yang dibuat praktis
Samsung dan Google menempatkan navigasi sebagai salah satu fungsi utama. Selain itu, perangkat ini dapat memberi rekomendasi personal, termasuk kedai kopi atau restoran terdekat yang sesuai dengan preferensi diet pengguna.
Kacamata pintar ini juga bisa merangkum notifikasi penting dan pesan teks. Pengguna bahkan dapat menambahkan acara ke kalender tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku.
Salah satu kemampuan yang paling menonjol adalah terjemahan real-time. Audio hasil terjemahan dirancang agar terdengar mirip dengan orang yang sedang diajak bicara, sementara teks pada menu dan papan petunjuk juga bisa diterjemahkan langsung di bidang pandang pengguna.
Dibuat untuk ekosistem Galaxy
Perangkat ini bisa terhubung secara nirkabel ke ponsel Android maupun iPhone. Meski begitu, Samsung tetap menekankan kompatibilitas dengan smartphone Galaxy dan earbud nirkabel sebagai bagian penting dari pengalaman yang ingin dibangun.
Arah tersebut menunjukkan bahwa kacamata pintar ini tidak dimaksudkan berdiri sendiri. Samsung ingin menjadikannya lapisan tambahan di dalam ekosistem perangkat yang saling terhubung lewat AI.
Jay Kim, Executive Vice President and Head of the Customer Experience Office di Samsung Mobile eXperience, menyebut perangkat ini sebagai langkah penting dalam visi AI Samsung. Menurut dia, bentuk baru ini memperluas ekosistem Galaxy dengan pengalaman AI yang dioptimalkan untuk karakter tiap perangkat.
Sentuhan fesyen dari dua nama besar
Untuk sisi desain, Samsung menggandeng Gentle Monster dan Warby Parker. Kolaborasi ini membuat kacamata pintar tersebut tidak hanya mengejar fungsi, tetapi juga mencoba masuk ke wilayah fesyen dan kenyamanan pakai.
Koleksi perdana akan hadir dalam dua gaya premium. Model Warby Parker tampil lebih konvensional, sedangkan versi Gentle Monster membawa pendekatan yang lebih berani dan lebih kuat nuansa fesyennya.
Samsung menunjukkan kacamata pintar pertamanya bersama Google dalam ajang Google I/O 2026. Teknologi yang dipakai menggabungkan kamera, Android XR, Gemini, dan integrasi lintas perangkat untuk mendorong AI ke format yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Source: www.sammobile.com






