Los Angeles Lakers berhasil membalikkan situasi yang hampir lepas dari genggaman dan menaklukkan Houston Rockets 112-108 lewat overtime di Game 3. LeBron James kembali tampil sebagai penentu, karena tembakan penyama skor darinya memaksa laga berlanjut setelah Rockets sempat berada sangat dekat dengan kemenangan.
Yang membuat hasil ini terasa lebih menyakitkan bagi Houston adalah keadaan mereka sebenarnya sudah unggul enam poin ketika waktu regulasi hanya menyisakan 30 detik. Namun, rangkaian kesalahan di momen krusial justru memberi Lakers kesempatan untuk menyamakan keadaan dan perlahan merebut kembali kendali pertandingan.
Rockets Gagal Mengunci Kemenangan
Houston tampak berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan penting di kandang. Akan tetapi, ketenangan mereka hilang pada detik-detik penutup, dan situasi itu langsung dimanfaatkan Lakers untuk memangkas jarak.
Marcus Smart menjadi penggerak awal kebangkitan tim tamu. Ia melakukan steal yang berujung pada tiga lemparan bebas setelah Jae’Sean Tate melakukan foul, lalu Smart menuntaskan semuanya untuk mendekatkan Lakers hanya berjarak tiga angka.
Tekanan terhadap Rockets belum berhenti di sana. Saat bola inbound diarahkan ke Reed Sheppard, LeBron James berhasil menyambar bola di backcourt dan membuat penguasaan bola lawan berantakan.
LeBron Mengubah Arah Pertandingan
Setelah merebut bola, James mengalirkannya ke Rui Hachimura sebelum kembali menerima bola. Ia lalu bertukar operan dengan Luke Kennard dan melepaskan tembakan tiga angka yang akhirnya menyamakan skor.
Rockets masih memiliki peluang untuk menutup laga dalam waktu normal. Namun, Alperen Şengün gagal memasukkan hook shot, dan situasi itu membuat Lakers mendapat kesempatan terakhir saat waktu hampir habis.
James mengambil rebound saat sisa waktu hanya 1,2 detik dan segera meminta timeout. Tak lama kemudian, ia melepaskan turnaround three yang nyaris menjadi penentu, tetapi tembakannya hanya meleset tipis dan cukup untuk membawa pertandingan ke overtime.
Overtime Berpihak pada Lakers
Di babak tambahan, Lakers bermain lebih tenang dan lebih efisien saat memanfaatkan peluang. Rockets justru kembali kesulitan menjaga alur permainan, sehingga momentum yang sempat mereka pegang benar-benar hilang.
Marcus Smart memberi kontribusi besar pada fase ini. Ia menutup pertandingan dengan 21 poin, 10 assist, 5 steal, dan 2 block, termasuk delapan dari 11 poin Lakers di overtime.
James sendiri mencatat 29 poin, 13 rebound, 6 assist, dan 8 turnover. Ia memasukkan 10 dari 22 tembakan dan bermain selama 45 menit, dengan waktu istirahat hanya dua menit total pada paruh kedua serta overtime.
Udoka Menyoroti Kesalahan Timnya
Pelatih Rockets, Ime Udoka, tidak menutupi kekecewaannya terhadap cara timnya menutup laga. Ia menilai anak asuhnya melakukan kesalahan fatal, mulai dari kehilangan bola, fouling yang tidak perlu, hingga gagal menjalankan skema pada possession terakhir di waktu normal.
“Horrendous mistakes,” kata Udoka ketika menilai rangkaian error yang membuat kemenangan kandang lepas begitu saja. Bagi Houston, kekalahan seperti ini terasa semakin berat karena terjadi saat mereka sudah sangat dekat untuk mengamankan pertandingan.
Durant Absen, Namun Rockets Tetap Tak Bertahan
Rockets memang tampil tanpa Kevin Durant, yang absen karena cedera pergelangan kaki dari Game 2. Meski begitu, absennya Durant bukan satu-satunya alasan Houston gagal mempertahankan keunggulan besar di akhir laga.
Kondisi itu juga terjadi saat Lakers tak diperkuat dua pencetak angka utama mereka, Luka Dončić dan Austin Reaves. Tanpa Durant, Alperen Şengün tetap menjadi pusat serangan dan menghasilkan 33 poin, 16 rebound, 6 assist, serta 3 steal.
Jabari Smith Jr. dan Amen Thompson juga ikut menambah total 50 poin bagi Rockets. Namun, serangan mereka terlalu berantakan pada fase-fase penting, dan itu membuat keunggulan yang sudah ada berubah menjadi kekalahan yang sangat berat.
Kini, Houston harus menghadapi Game 4 dengan tekanan besar di kandang. Dalam sejarah playoff NBA, belum pernah ada tim yang bangkit dari defisit 3-0, sehingga situasi Rockets untuk membalik seri tampak semakin sulit.
Source: sports.yahoo.com