Masalah HDR di Windows kembali membuat pengguna multi-monitor waspada karena kalibrasi bisa tertukar antarlayar tanpa disadari. Saat itu terjadi, satu monitor dapat menerima data kecerahan puncak milik layar lain, lalu hasil tampilannya langsung melenceng dari yang seharusnya.
Dampaknya paling terasa pada pengguna yang aktif bermain game atau bekerja dengan tampilan visual yang sensitif. Highlight bisa terlihat terlalu terang, sementara bayangan justru tampak terlalu gelap, sehingga kualitas gambar terasa aneh meski perangkat yang dipakai tidak berubah.
Kasus ini mencuat setelah Filippo Tarpin, HDR & Color Grading Specialist di Gamma Studios, membagikan pengalamannya di X. Ia menjelaskan bahwa monitor gaming utamanya punya rating peak brightness 1000 nits, tetapi Windows justru memakai data kalibrasi dari TV miliknya yang berada di kisaran 2200 nits.
Selisih sebesar itu membuat hasil akhir sulit akurat. Monitor yang tidak mampu mencapai tingkat kecerahan setinggi TV tersebut akhirnya menampilkan warna dan highlight secara keliru.
Masalahnya tidak berhenti di desktop
Gangguan ini juga ikut terbawa ke game ketika aplikasi mengambil data HDR langsung dari sistem operasi. Engine game kemudian membaca nilai peak brightness yang salah dan merender pencahayaan secara tidak akurat.
Akibatnya, game yang seharusnya tampil tajam dan dramatis bisa berubah menjadi washed out atau justru terlalu gelap. Pada monitor HDR kelas tinggi, kondisi seperti ini jelas merusak tujuan utama pengguna membeli perangkat tersebut.
Sumber persoalannya bukan selalu panel monitor atau game yang dipakai. Masalah utamanya justru ada pada data kalibrasi yang tertukar di Windows, lalu dipakai lagi oleh aplikasi yang bergantung pada HDR sistem.
Pemicu yang sulit ditebak
Pola kemunculannya juga tidak konsisten, sehingga pengguna sulit mengetahui kapan bug ini akan muncul. Ada dugaan masalah sering terjadi saat perangkat masuk mode standby atau bangun dari sleep.
Kondisi lain yang kerap disebut ikut memunculkan bug adalah ketika kabel display ditukar, monitor sekunder dimatikan, atau layar tambahan dinyalakan kembali. Karena muncul tidak menentu, satu hari setup bisa berjalan normal, lalu hari berikutnya tampilan mendadak berubah meski perangkatnya sama.
Di komunitas penggemar PC, keluhan soal pertukaran profil HDR pada setup multi-monitor sebenarnya bukan isu baru. Masalah ini disebut sudah dibicarakan cukup lama dan berlangsung selama beberapa tahun.
Microsoft belum memberi jawaban pasti
Lamanya bug ini bertahan membuat frustrasi pengguna terus meningkat. Hingga kini, Microsoft disebut belum memberikan pengakuan resmi maupun perbaikan permanen lewat pembaruan Windows untuk masalah HDR multi-monitor tersebut.
Padahal, pengelolaan profil layar yang tepat merupakan fungsi dasar pada sistem operasi modern. Bagi pengguna yang berinvestasi pada monitor HDR mahal, gangguan seperti ini terasa sangat mengganggu karena langsung menyentuh inti pengalaman visual.
Saat tampilan mulai terasa tidak wajar, banyak pengguna akhirnya memeriksa profil layar secara manual. Namun, langkah yang paling sering dilaporkan efektif hanya restart sistem, meski cara itu tidak memperbaiki akar masalah.
Itu membuat pengguna harus tetap waspada karena Windows bisa kembali menukar kalibrasi HDR antarlayar kapan saja. Bagi mereka yang mengandalkan dua monitor sekaligus, satu kali bug muncul saja sudah cukup untuk merusak pengalaman visual secara keseluruhan.
Source: tech.sportskeeda.com