Kalium Tinggi Dan Boron Jadi Kunci, Bunga Terong Ungu Lebih Tahan Rontok

Author: Redaksi Android62

Saat terong ungu memasuki fase berbunga dan berbuah, kebutuhan haranya berubah dengan cepat. Pada tahap ini, kalium perlu mendapat porsi lebih besar agar bobot buah terbantu, sementara boron ikut menjaga bunga dan buah tidak mudah rontok.

Perubahan komposisi pupuk inilah yang membuat pemupukan terong ungu tidak bisa disamakan dari awal tanam sampai panen. Tanaman perlu diperlakukan bertahap, mulai dari penguatan akar, menjaga pertumbuhan vegetatif, lalu mengarahkan suplai hara ke pembentukan bunga dan buah.

Di fase awal, fokus utama ada pada akar dan kekuatan tanaman. Dua pupuk yang disebut cocok untuk pengolahan lahan adalah NPK GOLD DGW 16-10-18 dan HX DAP dari PT HEXTAR FERTILIZER INDONESIA.

NPK GOLD DGW 16-10-18 memiliki kandungan Nitrogen 16%, Phospate 10%, dan Kalium 18%. Teknologi AVAIL dan NutriSphere-N di dalamnya membantu meningkatkan ketersediaan Nitrogen dan Fosfor, sehingga akar lebih mudah terbentuk dan tunas, batang, serta daun dapat tumbuh lebih cepat.

Pupuk ini digunakan dengan dosis 200 Kg/Ha pada 7 HSbT atau tujuh hari sebelum tanam. Cara aplikasinya bisa ditugal atau ditaburkan merata di lahan agar unsur haranya lebih mudah tersedia sejak awal.

HX DAP juga dipakai saat pengolahan lahan karena kandungan Nitrogen 18% dan Phospate 46% tergolong tinggi. Kombinasi tersebut membantu merangsang pembentukan akar dan meningkatkan kekuatan tanaman, dengan dosis 100 Kg/Ha melalui cara ditabur.

Setelah tanaman masuk masa pertumbuhan, kebutuhan hara tidak lagi berfokus pada akar saja. Pada tahap vegetatif, terong ungu memerlukan asupan yang seimbang agar tunas, batang, dan daun tumbuh baik tanpa mengganggu arah produksi berikutnya.

Untuk fase ini, NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE menjadi pilihan karena mengandung Nitrogen, Phospate, dan Kalium masing-masing 15%. Pupuk ini juga dilengkapi Magnesium 2%, Zinc 0,05%, dan Boron 0,1%.

Teknologi Compaction Compound yang digunakan membantu pembentukan tunas, batang, dan daun agar lebih lebat. Unsur haranya juga mendukung pembentukan klorofil yang penting dalam proses fotosintesis.

Dosis penggunaannya 250 Kg/Ha. Petani dapat menebarkannya merata, menugal, atau mengocorkannya dengan takaran 2-4 Kg/200 L air setiap 10-14 hari.

Begitu bunga mulai muncul, arah pemupukan perlu digeser lagi. Pada fase generatif, tanaman membutuhkan Kalium lebih tinggi untuk mendukung pembentukan dan pengisian buah.

NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE dipakai pada fase ini karena mengandung Kalium 22%, lebih tinggi dibanding unsur lainnya. Di dalamnya juga terdapat Nitrogen 12%, Phosphate 6%, Magnesium 3%, Zinc 0,05%, dan Boron 0,1%.

Kandungan Kalium yang tinggi membantu meningkatkan bobot buah terong. Sementara Boron berperan mencegah kerontokan bunga dan buah, sehingga hasil panen lebih stabil.

Pupuk ini dapat diberikan dengan dosis 200 Kg/Ha. Cara aplikasinya bisa ditugal, ditaburkan merata, atau dikocorkan 3-6 Kg/200 L air setiap 14 hari.

Selain pupuk tanah, ada pula dukungan dari pupuk daun. HX MKP mengandung Phospate 50% dan Kalium 35%, lalu diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada dosis 2-5 Gram/L air.

Pupuk daun ini dianjurkan saat tanaman berumur 30 HST atau ketika memasuki fase generatif pembentukan bunga dan buah. Kandungan Phospate dan Kalium yang tinggi membantu pembentukan bunga, mempercepat pematangan buah, serta meningkatkan kualitas, warna, rasa, dan daya simpan buah terong.

Penyerapan hara juga bisa ditingkatkan dengan WETCIT sebagai surfaktan superior. Produk ini menurunkan tegangan permukaan air, membentuk mikro droplet, dan membantu pupuk daun atau pestisida lebih merata, merekat, serta menembus jaringan tanaman.

WETCIT digunakan pada umur 15 HST dengan dosis 0,5 ml/L hingga 1 ml/L. Keunggulannya disebut berbahan organik, aman bagi lingkungan, menghemat dosis pestisida, memiliki rainfastness power, serta membantu penyerapan pupuk dan pestisida berlangsung lebih cepat dan lebih baik.

Pada budidaya terong ungu, urutan pemupukan yang tepat menjadi kunci agar tanaman tidak hanya tumbuh subur, tetapi juga mampu membentuk buah dengan baik. Akar yang kuat di awal, pertumbuhan vegetatif yang seimbang, lalu dominasi Kalium dan dukungan Boron saat berbunga menjadi pola yang menjaga peluang panen tetap tinggi.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru