Kanada Masih Alirkan Barang Militer Ke Israel, Meski Izin Baru Diblokir Sejak 2024

Author: Redaksi Android62

Kanada masih mencatat pengiriman barang dan teknologi militer ke Israel sepanjang 2025, meski pemerintahnya menahan persetujuan izin ekspor senjata baru yang berpotensi dipakai dalam konflik di Jalur Gaza. Nilai pengiriman itu mencapai US$ 14,67 juta atau sekitar Rp 261 miliar, menurut Laporan Tahunan Barang dan Teknologi Strategis 2025 yang dirilis Kementerian Luar Negeri Kanada.

Data tersebut menunjukkan bahwa pembatasan Ottawa tidak menghentikan seluruh arus ekspor militer ke Israel. Yang dibatasi adalah izin baru untuk senjata yang dinilai dapat terkait langsung dengan perang di Gaza, sementara izin lama tetap bisa digunakan selama masih sesuai ketentuan.

Puluhan izin masih aktif

Dalam laporan itu, Kanada mencatat ada 50 izin ekspor yang digunakan untuk pengiriman barang militer ke Israel selama periode tersebut. Pemerintah menjelaskan bahwa izin yang dipakai tidak semuanya diterbitkan pada 2025, karena sebagian sudah disetujui pada tahun-tahun sebelumnya.

Israel tetap masuk dalam daftar tujuan ekspor militer yang dikendalikan pemerintah Kanada. Dari total ekspor militer sekitar US$ 2,05 miliar ke negara-negara selain Amerika Serikat, pengiriman ke Israel menjadi salah satu komponen yang tercantum dalam laporan resmi itu.

Pembekuan izin baru tetap berjalan

Kementerian Luar Negeri Kanada menegaskan pendekatan pembekuan izin baru masih berlaku. Dalam laporan itu disebutkan bahwa sejak 8 Januari 2024, pemerintah Kanada belum menyetujui izin ekspor senjata baru ke Israel yang dapat digunakan dalam konflik di Gaza, dan kebijakan itu tetap dipertahankan.

Selain menahan izin baru, pemerintah Kanada juga menyampaikan bahwa sejumlah izin ekspor barang militer ikut ditangguhkan bila dinilai berpotensi digunakan dalam konflik di Gaza. Dengan begitu, kebijakan Ottawa berjalan di dua jalur sekaligus, yakni membatasi izin baru dan mengawasi penggunaan izin yang sudah ada.

Angka resmi yang sudah pernah disampaikan

Data ekspor ke Israel dalam laporan tersebut disebut konsisten dengan dokumen yang sebelumnya telah disampaikan kepada Komite Tetap Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional di Dewan Perwakilan Rakyat Kanada. Artinya, angka yang tercantum bukan informasi baru, melainkan bagian dari pelaporan resmi pemerintah Kanada.

Meski ada pembatasan yang masih dijalankan, ekspor militer tetap berlangsung melalui izin yang telah disetujui sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Kanada belum memutus seluruh hubungan perdagangan militer dengan Israel.

Di tengah sorotan internasional terhadap perang di Gaza, posisi Kanada tetap sensitif. Ottawa menahan izin baru untuk senjata yang berpotensi dipakai dalam konflik, tetapi pada saat yang sama pengiriman barang dan teknologi militer masih berjalan dengan nilai jutaan dolar melalui puluhan izin yang masih aktif.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru