Karantina 42 Hari Masih Ditekankan WHO, Hantavirus Berpotensi Muncul Lagi Dalam Minggu Mendatang

Author: Redaksi Android62

WHO meminta negara-negara tetap siaga terhadap hantavirus karena masa inkubasinya yang panjang masih membuka peluang munculnya kasus baru. Hingga kini, badan kesehatan dunia itu menegaskan risiko kesehatan masyarakat global masih rendah, tetapi pemantauan ketat belum bisa dilonggarkan.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Madrid. Ia menilai situasi saat ini belum mengarah ke wabah besar, namun perkembangan kasus masih dapat berubah dalam beberapa minggu mendatang.

Pemantauan belum selesai

WHO telah mengonfirmasi sembilan kasus varian Andes dari hantavirus. Angka itu menjadi dasar bagi lembaga tersebut untuk meminta negara-negara tetap menyiapkan respons kesehatan masyarakat yang memadai.

Tedros menolak perbandingan langsung dengan awal pandemi Covid-19. Menurut WHO, situasi hantavirus saat ini berbeda dan belum menunjukkan tanda yang sama seperti saat pandemi dimulai.

Kewaspadaan juga dipicu oleh karakter virus yang tidak langsung menunjukkan gejala. Masa inkubasi hantavirus disebut berada di kisaran 6-8 minggu, sehingga infeksi tidak selalu terlihat segera setelah paparan.

Sorotan dari kapal MV Hondius

Perhatian besar tertuju pada penumpang dan awak kapal MV Hondius yang dievakuasi dari Kepulauan Canary, Spanyol. Lebih dari 120 orang telah diterbangkan pada hari Minggu dan Senin, sementara setiap negara menangani warganya dengan langkah kesehatan yang berbeda.

WHO meminta negara-negara mengikuti pedoman yang sudah disampaikan, termasuk karantina selama 42 hari dan pemantauan terus-menerus terhadap kontak berisiko tinggi. Tedros berharap panduan itu dipatuhi agar penyebaran tidak meluas.

Kasus pertama di kapal itu terdeteksi pada 2 Mei. WHO menyebut interaksi antarpenghuni kapal sudah berlangsung sebelum peringatan dikeluarkan, sehingga peluang paparan lebih awal masih menjadi perhatian.

Negara diminta ikut bertanggung jawab

Tedros menegaskan bahwa setelah evakuasi, masing-masing negara memegang tanggung jawab atas warganya. Ia berharap pemerintah memberi perawatan kepada pasien dan penumpang, sekaligus melindungi masyarakat luas di negara masing-masing.

Spanyol menjadi salah satu negara yang sudah mengevakuasi warganya dari kapal tersebut. Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut satu dari 14 warga Spanyol yang dikarantina di rumah sakit militer telah dinyatakan positif hantavirus dan menunjukkan gejala.

Pasien itu mengalami demam ringan dan gejala pernapasan ringan, tetapi kondisinya kini stabil. Kementerian juga menjelaskan bahwa pasien tersebut sebelumnya sempat dinyatakan positif sementara sebelum hasilnya dikonfirmasi.

Masih ada ruang bagi kasus tambahan

WHO menilai kemungkinan munculnya kasus baru belum tertutup. Karena masa inkubasi bisa berlangsung cukup panjang, gejala dapat muncul setelah jeda waktu yang tidak sebentar dari paparan awal.

Kondisi itu membuat otoritas kesehatan perlu terus menelusuri kontak berisiko tinggi dan menjaga karantina sesuai pedoman. Di tengah proses evakuasi dan penanganan lintas negara, pemantauan menjadi kunci agar potensi penyebaran hantavirus tetap terkendali.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru