Kartini Bukan Sekadar Seremoni, Nawal Arafah Yasin Dorong Perempuan Jateng Bergerak Nyata

Author: Redaksi Android62

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong perempuan di Jawa Tengah untuk tidak berhenti pada peringatan Kartini sebagai acara seremonial. Ia menekankan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan itu ia sampaikan dalam talkshow Peringatan Hari Kartini 2026 bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di Museum RA Kartini, Kabupaten Rembang. Menurut Nawal, Kartini adalah sosok dengan gagasan maju yang tetap relevan untuk perempuan masa kini, terutama dalam hal pendidikan, karakter, dan keberanian mengambil peran di ruang sosial yang lebih luas.

Kartini sebagai teladan yang masih relevan

Nawal melihat Kartini bukan hanya lambang emansipasi, melainkan tokoh yang mewariskan arah berpikir jauh ke depan. Ia menilai gagasan Kartini masih dibutuhkan untuk menjawab tantangan perempuan saat ini, mulai dari penguatan diri hingga keberanian hadir di tengah masyarakat.

Ia juga menyoroti langkah Kartini dalam mendirikan sekolah perempuan pertama pada 1912 di Semarang. Bagi Nawal, pendirian sekolah itu menjadi bukti nyata bahwa perjuangan Kartini berfokus pada akses pendidikan ketika ruang gerak perempuan masih sangat terbatas.

“Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Kartini bisa memiliki visi-visi yang sampai sekarang ini relevan,” ujar Nawal seusai kegiatan. Pandangan itu, menurut dia, menunjukkan bahwa pesan Kartini tidak boleh dipersempit hanya sebagai kenangan sejarah.

Pendidikan perlu dibarengi karakter dan spiritualitas

Dalam pandangan Nawal, pendidikan tetap menjadi fondasi penting bagi perempuan. Namun, pencapaian akademik tidak cukup berdiri sendiri jika tidak disertai karakter yang baik dan spiritualitas yang kuat.

Ia menilai perempuan masa kini perlu hadir sebagai pribadi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan punya akhlak yang kuat. Karena itu, tema kegiatan yang menyinggung integritas dianggap sejalan dengan kebutuhan perempuan untuk memperkuat kualitas diri secara utuh.

Nawal juga menyinggung sisi religius Kartini sebagai bagian penting dari pembentukan gagasan dan pandangan hidupnya. Kartini diketahui pernah belajar agama kepada Kiai Soleh Darat ketika masih muda, dan dari kedekatan dengan lingkungan intelektual serta spiritual itu lahir dorongan yang ikut melatarbelakangi kitab tafsir Al-Qur’an berjudul Faidur Rahman.

“Kita perempuan itu bukan hanya berilmu, harus memiliki karakter yang baik. Seperti acara saat ini dengan tema integritas, perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik,” kata Nawal. Pesan itu menegaskan bahwa kualitas diri perempuan perlu dibangun dari ilmu, moral, dan keteguhan sikap.

Perempuan diminta saling melindungi

Selain mendorong penguatan diri, Nawal juga meminta perempuan lebih aktif melindungi sesama perempuan. Ia memandang semangat Kartini harus hidup dalam keberanian menghadapi persoalan sosial yang masih banyak menimpa perempuan.

Sejumlah isu seperti kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, poligami, dan perjuangan kesetaraan gender disebutnya sebagai persoalan yang perlu terus disuarakan. Dengan begitu, perempuan tidak hanya berjuang untuk kemajuan pribadi, tetapi juga ikut menjaga martabat perempuan lain di sekitarnya.

“Maka, Kartini masa kini harus bisa menjadi pelindung perempuan sekitarnya, bisa memberdayagunakan perempuan sekitarnya seperti saat ini,” ucap Nawal. Pernyataan itu mempertegas bahwa nilai perjuangan Kartini perlu hadir dalam bentuk kepedulian sosial yang nyata.

Dorongan untuk ikut membangun Jawa Tengah

Nawal juga mengajak perempuan Jawa Tengah mengambil bagian dalam pembangunan daerah sesuai kapasitas masing-masing. Ia menilai nilai-nilai Kartini akan bermakna jika diwujudkan dalam peran yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Ajakan itu ia kaitkan dengan ruang kontribusi perempuan di tengah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Dalam pandangannya, perempuan memiliki tempat untuk terlibat dalam berbagai upaya pembangunan, baik melalui peran sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan di lingkungan masing-masing.

Bagi Nawal, semangat Kartini tetap hidup selama perempuan menjadikannya pegangan dalam tindakan sehari-hari. Keberanian, kemandirian, integritas, dan kepedulian sosial disebutnya sebagai nilai yang harus terus tumbuh agar warisan Kartini tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan perempuan Jawa Tengah.

Source: elshinta.com
Berita Terbaru