Kedungwuni mulai diproyeksikan sebagai ruang baru yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan kuliner dalam satu kawasan. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menempatkan langkah ini sebagai cara untuk memperkuat UMKM lokal sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman menilai keberadaan pelaku UMKM yang berkumpul di satu titik menunjukkan ekonomi kerakyatan masih hidup. Ia melihat aktivitas kuliner khas Kabupaten Pekalongan di kawasan itu sebagai tanda bahwa perputaran usaha masyarakat terus berjalan.
Kawasan yang disiapkan untuk tumbuh bersama
Arah pengembangan di Kedungwuni tidak hanya berhenti pada penjualan makanan. Pemerintah daerah ingin kawasan itu berkembang menjadi destinasi yang menyatukan olahraga, wisata, dan kuliner dalam satu lokasi.
Sukirman menilai sektor kuliner masih menyimpan peluang tumbuh yang besar. Namun, ruang itu perlu ditopang fasilitas dan destinasi yang lebih memadai agar manfaat ekonominya semakin terasa.
Di titik inilah UMKM Center Kedungwuni mendapat perhatian khusus. Kawasan tersebut dipandang punya peluang menjadi pusat wisata baru yang sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
UMKM Center jadi titik awal pengembangan
Pemerintah Kabupaten Pekalongan melihat UMKM tidak cukup hanya diperkuat lewat promosi usaha. Ruang aktivitas yang ramai dan terhubung dengan kebutuhan masyarakat juga dinilai penting agar pelaku usaha kecil mendapat pasar yang lebih luas.
Karena itu, UMKM Center Kedungwuni diarahkan menjadi titik awal pengembangan kawasan. Dari sana, pemerintah daerah mendorong lahirnya destinasi wisata olahraga yang berjalan berdampingan dengan pusat kuliner masyarakat.
Model pengembangan seperti ini diharapkan memberi nilai tambah bagi pelaku usaha kecil. Kawasan tersebut juga diarahkan agar tidak sekadar menjadi tempat singgah, tetapi menjadi penggerak ekonomi yang lebih aktif.
Efek ekonomi menunggu sirkuit berjalan optimal
Sukirman menyebut dampak ekonomi akan lebih besar ketika sirkuit di kawasan itu sudah berjalan optimal. Saat itu terjadi, aktivitas wisata dan kuliner diharapkan ikut tumbuh dan memberi pengaruh bagi masyarakat sekitar.
Dengan pengembangan yang terhubung antara olahraga dan kuliner, kawasan Kedungwuni diharapkan memiliki daya tarik yang lebih kuat. Pemerintah daerah melihat kombinasi itu sebagai modal penting untuk memperluas manfaat ekonomi bagi warga.
Keberadaan UMKM di satu lokasi juga menjadi penanda bahwa ekonomi masyarakat masih bergerak. Kondisi tersebut dipandang cocok untuk memperkuat kawasan yang bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berpotensi menjadi tujuan wisata.
Arah baru bagi ekonomi kerakyatan
Pekalongan kini menempatkan Kedungwuni sebagai salah satu ruang strategis untuk menyambungkan olahraga, wisata, dan kuliner. Pengembangan kawasan itu diharapkan memberi wajah baru bagi penguatan UMKM lokal di kabupaten tersebut.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai arah yang disiapkan, Kedungwuni dapat menjadi simpul baru aktivitas warga sekaligus pengungkit ekonomi daerah. Dari satu kawasan ini, pemerintah daerah berharap tumbuh pusat kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat sekitar.
Source: jateng.antaranews.com