Kemarau Mengintai, Jawa Tengah Tetap Kejar 6,69 Juta Ton Produksi Padi

Author: Redaksi Android62

Produksi padi Jawa Tengah telah mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling sepanjang Januari hingga Juli 2026. Capaian itu setara sekitar 63,43 persen dari target nasional sebesar 10,5 juta ton untuk wilayah Jawa Tengah.

Angka tersebut menempatkan provinsi ini dalam posisi yang cukup kuat untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Namun, laju produksi itu tetap harus dijaga karena ancaman musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang.

Fokus Pemda pada ancaman kekeringan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa tantangan utama ke depan adalah perubahan musim. Ia meminta bupati dan wali kota melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan agar target swasembada pangan tetap terjaga.

Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan langkah teknis untuk memastikan masa tanam ketiga tetap berjalan. Sejumlah upaya yang dimaksimalkan meliputi pipanisasi, sumurisasi, serta penyaluran bantuan pompa air ke titik-titik rawan secara berkala.

Infrastruktur irigasi masih menjadi penopang utama

Di lapangan, dukungan jaringan irigasi terus menjadi faktor penting bagi produksi pangan. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memastikan distribusi jaringan irigasi utama untuk area persawahan di Sukoharjo dan sekitarnya berada pada level aman.

Kondisi itu membantu operasional produksi komoditas pangan pokok tetap stabil. Dengan capaian produksi yang sudah tinggi dan antisipasi kekeringan yang diperkuat, Jawa Tengah berupaya menjaga laju hasil panen tetap mendekati target nasional sampai periode berjalan berakhir.

Source: www.goodnewsfromindonesia.id
Berita Terbaru