Guru Jatim Diminta Bawa Satu Inovasi ke Kelas, Libur Sekolah Jadi Masa Persiapan

Author: Redaksi Android62

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meminta guru memanfaatkan masa libur sekolah 22 Juni hingga 12 Juli 2026 untuk menyiapkan pembelajaran yang lebih kompeten, kreatif, dan adaptif. Menjelang tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 13 Juli, fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas guru.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa jeda itu bukan sekadar waktu istirahat. Menurut dia, masa tersebut adalah kesempatan untuk memperkuat kompetensi sebelum murid kembali ke kelas.

Persiapan lebih matang sebelum kelas dibuka

Aries menilai masa depan Jawa Timur ikut ditentukan oleh guru yang terus bertumbuh dan tidak berhenti belajar. Karena itu, para pendidik diminta menggunakan waktu luang untuk melakukan refleksi pembelajaran, menyusun perangkat ajar, dan memperkuat karakter pendidik.

Ia juga menyoroti tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Perkembangan artificial intelligence, perubahan karakter belajar siswa, dan tuntutan metode yang lebih menarik membuat guru perlu cepat beradaptasi.

Dalam situasi itu, Dindik Jatim menginginkan para guru kembali ke sekolah dengan pendekatan yang lebih rapi, kreatif, dan menginspirasi. Strategi belajar yang disiapkan sejak masa libur diharapkan membuat proses belajar saat tahun ajaran baru berjalan lebih siap.

Pemetaan siswa dan refleksi mengajar

Untuk memperkuat persiapan, Dindik Jatim mendorong guru melakukan pemetaan kemampuan awal siswa melalui tes diagnostik. Guru juga diminta menyusun program adaptasi peserta didik baru, memperkuat literasi sekolah, dan menetapkan target capaian pembelajaran.

Di tiap sekolah, agenda pekan refleksi pembelajaran juga diminta berjalan. Dalam forum itu, guru mengevaluasi proses belajar selama satu tahun terakhir, termasuk efektivitas metode pengajaran, kendala yang dihadapi, dan materi yang paling sulit dipahami siswa.

Hasil refleksi kemudian dituangkan dalam lembar refleksi guru, rencana perbaikan pembelajaran, dan target peningkatan kualitas belajar murid. Pola ini diharapkan membuat perbaikan mengajar berlangsung lebih sistematis.

Satu inovasi dari setiap guru

Salah satu langkah yang digencarkan adalah Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Melalui program ini, setiap guru didorong menghasilkan minimal satu media pembelajaran baru, satu metode mengajar baru, satu video pembelajaran, dan satu proyek pembelajaran kontekstual.

Program tersebut disiapkan agar pembelajaran di kelas tetap relevan dengan kebutuhan murid. Inovasi yang lahir dari guru juga diharapkan memperkaya cara penyampaian materi supaya lebih mudah dipahami.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi, Dindik Jatim menekankan sejumlah materi yang perlu dipelajari guru. Materi itu meliputi deep learning, active learning, project based learning, teaching with AI, hingga public speaking.

Libur yang diarahkan lebih produktif

Selain fokus pada pembelajaran, masa libur juga diarahkan agar lebih produktif melalui kegiatan membaca dan menulis. Topik yang disarankan mencakup kepemimpinan, pendidikan, motivasi, dan teknologi pembelajaran.

Dindik Jatim berharap rangkaian langkah itu membuat guru kembali ke sekolah dengan kesiapan yang lebih baik. Dengan bekal tersebut, pembelajaran di Jawa Timur diharapkan menjadi lebih inovatif, bermakna, dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.

Source: www.suarasurabaya.net
Berita Terbaru