Kemarau Menguras Air Desa Gunung Putri, Warga Rela Jalan Sejauh Satu Kilometer

Author: Redaksi Android62

Warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Situbondo, harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk mendapatkan air bersih selama musim kemarau berlangsung. Situasi itu membuat kebutuhan air untuk minum menjadi prioritas, sementara pasokan di rumah tidak lagi mencukupi.

Di lapangan, warga terlihat membawa ember berisi air dari sumber mata air di desa tersebut. Air yang dibawa pulang harus dipikul atau diangkut dengan ember, sehingga aktivitas harian warga ikut berubah dan menjadi lebih berat.

Debit sumber air ikut menyusut

Sumber mata air yang selama ini menjadi andalan juga disebut mulai berkurang debitnya. Dalam sebulan terakhir, kondisi itu membuat warga semakin bergantung pada perjalanan bolak-balik ke sumber air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Ketergantungan pada mata air memperlihatkan rentannya warga di wilayah yang mengandalkan sumber air alami saat kemarau berkepanjangan. Ketika pasokan di rumah tidak lagi cukup, warga tidak punya banyak pilihan selain mengangkut air dari lokasi yang lebih jauh.

Beban harian warga semakin terasa

Jarak tempuh yang harus dilalui bukan satu-satunya persoalan. Air yang dibawa pulang juga harus dipikul secara manual, sehingga menambah beban fisik bagi warga yang setiap hari membutuhkan air untuk konsumsi.

Kondisi di Desa Gunung Putri menunjukkan bagaimana kemarau dapat langsung memengaruhi kebutuhan paling mendasar di tingkat rumah tangga. Saat sumber air menurun, warga harus menyesuaikan rutinitas hanya untuk memastikan persediaan air bersih tetap ada.

Fenomena ini tercatat terjadi di Desa Gunung Putri, Suboh, Situbondo, dan menjadi gambaran nyata tentang dampak musim kemarau terhadap akses air bersih di perdesaan. Selama debit sumber belum kembali normal, perjalanan satu kilometer ke mata air tetap menjadi bagian dari aktivitas harian warga.

Source: jatim.antaranews.com
Berita Terbaru