Kenji Ohba Tutup Usia Di 71 Tahun, Sosok Gavan Tinggalkan Warisan Besar Tokusatsu

Author: Redaksi Android62

Pecinta tokusatsu kembali kehilangan salah satu sosok yang paling melekat dalam sejarah genre ini. Kenji Ohba, yang identik dengan peran Gavan, meninggal dunia pada usia 71 tahun setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang telah dideritanya selama beberapa tahun terakhir.

Kepergiannya terjadi pada 6 Mei 2026 sekitar pukul 14.23 waktu setempat. Kabar duka itu meninggalkan ruang kosong besar bagi penggemar pahlawan super, bukan hanya di Jepang tetapi juga di berbagai negara yang tumbuh bersama karya-karya tokusatsu.

Nama Kenji Ohba lama dikenal lewat rangkaian karakter yang kuat di layar. Sebelum menjadi wajah utama sebagai Gavan, ia lebih dulu berkiprah sebagai suit actor untuk Android Kikaider dan Akarenger dalam Himitsu Sentai Gorenger.

Kariernya kemudian terus berkembang melalui peran Shiro Akebono alias Battle Kenya di Battle Fever J dan Daigoro Oume alias Denji Blue di Denshi Sentai Denjiman. Lewat peran-peran itu, Ohba ikut membantu menghidupkan banyak karakter yang menjadi bagian penting dari era emas tokusatsu pada 1970-an dan 1980-an.

Puncak ketenarannya datang ketika ia memerankan Retsu Ichijouji atau Gavan dalam Space Sheriff Gavan pada 1982. Sosok itu membuat namanya dikenal luas sebagai pahlawan solo dan sekaligus mendorong seri Metal Hero ke perhatian internasional.

Di luar Jepang, pengaruhnya juga sempat menembus ranah film Hollywood. Quentin Tarantino mengajaknya tampil dalam Kill Bill: Volume 1 dan Kill Bill: Volume 2 sebagai Shiro, anak buah Hattori Hanzo.

Meski dikenal lewat peran aksi, Ohba tetap menjaga kedekatan dengan dunia yang membesarkan namanya. Ia kerap muncul sebagai kameo dalam produksi Kamen Rider dan Super Sentai modern, lalu mendirikan kelompok aksi bernama Luck JET atau Jaunty Eventful Troupe.

Kehadirannya di berbagai konvensi juga membuatnya tetap mudah dijumpai oleh penggemar lintas generasi. Bagi banyak orang, ia bukan sekadar aktor, melainkan figur yang ikut menjaga napas tokusatsu tetap hidup dari masa ke masa.

Riwayat kesehatannya mulai menurun sejak Mei 2018, ketika ia sempat pingsan di rumah dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sejak saat itu, ia menjalani perawatan medis intensif hingga akhir hayatnya.

Pihak keluarga memutuskan prosesi persemayaman dan pemakaman dilakukan secara tertutup bersama kerabat dekat. Sementara itu, ucapan duka terus mengalir di media sosial dan komunitas tokusatsu untuk aktor yang meninggalkan kesan mendalam lewat peran-peran heroiknya.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru