Ketakutan Pekerja Pada AI Mulai Dianggap Gangguan Mental Baru, Gejalanya Bisa Terlihat di Kantor

Author: Redaksi Android62

Ketakutan pekerja terhadap AI kini mulai dibahas sebagai persoalan kesehatan mental, bukan sekadar kekhawatiran soal masa depan karier. Sejumlah peneliti dari University of Florida, Amerika Serikat, bahkan memperkenalkan istilah Artificial Intelligence Replacement Dysfunction atau AIRD untuk menggambarkan tekanan psikologis saat seseorang merasa posisinya bisa digantikan teknologi.

Istilah ini lahir dari perhatian terhadap dampak AI di tempat kerja yang makin luas. Para peneliti menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan efisiensi perusahaan, tetapi juga dengan rasa aman, identitas diri, dan kondisi mental pekerja.

AIRD menggambarkan keadaan ketika ancaman kehilangan pekerjaan karena AI memicu tekanan yang menetap. Rasa khawatir yang awalnya tampak biasa dapat berkembang menjadi kecemasan yang mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup.

Penelitian yang dipublikasikan di Cureus Journal of Medical Science ini juga menyoroti bahwa dampak AI terhadap pekerja perlu dilihat sebagai isu kesehatan publik. Fokusnya tidak berhenti pada perubahan teknologi, tetapi juga pada bagaimana perubahan itu memengaruhi psikologis manusia di lingkungan kerja.

Gejala yang Bisa Muncul di Kantor

Orang yang mengalami AIRD dapat menunjukkan reaksi emosional dan kognitif yang beragam. Gejalanya antara lain kecemasan berlebihan, insomnia, paranoia, penolakan terhadap keberadaan AI, kehilangan identitas diri, perasaan tidak berharga, frustrasi, hingga keputusasaan.

Respons tiap orang tidak selalu sama, sehingga bentuk keluhannya dapat berbeda-beda. Karena itu, para peneliti menilai kondisi ini perlu dikenali dengan lebih cermat agar tidak tertukar dengan gangguan mental lain yang memiliki tanda serupa.

Perbedaan gejala tersebut juga membuat pemeriksaan psikologis perlu dilakukan lebih teliti. Peneliti mendorong adanya metode skrining yang bisa membantu tenaga kesehatan membedakan AIRD dari kondisi psikologis lain.

Belum Masuk DSM, tapi Tetap Perlu Diwaspadai

AIRD belum diakui dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders atau DSM. Meski begitu, tenaga kesehatan tetap dapat menyisipkan pertanyaan khusus dalam pemeriksaan psikologis standar untuk menilai apakah tekanan yang dialami seseorang berkaitan dengan ancaman AI di tempat kerja.

Langkah ini dianggap penting agar pola gangguan yang mungkin muncul seiring perubahan dunia kerja tidak terlewat. Dengan skrining yang lebih peka, penanganan dapat diarahkan lebih tepat sesuai kebutuhan pasien.

Stephanie McNamara, mahasiswi psikologi University of Florida sekaligus salah satu peneliti, mengatakan gagasan riset ini muncul setelah melihat meningkatnya PHK yang dikaitkan dengan AI. Dari situ, muncul pertanyaan baru tentang dampak mental yang mungkin dirasakan masyarakat.

Dampak yang Menyentuh Rasa Aman dan Identitas

Penelitian ini menegaskan bahwa AI tidak hanya mengubah sistem kerja, tetapi juga cara pekerja memandang dirinya sendiri. Saat seseorang merasa posisinya mudah digantikan, muncul tekanan yang dapat mengganggu rasa aman dan membuatnya merasa tidak relevan.

Dalam jangka tertentu, situasi itu bisa memengaruhi interaksi di kantor dan menurunkan kepercayaan diri. Para peneliti menilai kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius bila tidak segera diperhatikan.

Profesor psikiatri klinis University of Florida, Joseph Thornton, menyebut dampak AI terhadap kesehatan mental pekerja berpotensi menjadi masalah besar yang belum banyak disadari publik. Ia menggambarkan perpindahan pekerjaan akibat AI sebagai “bencana yang tidak terlihat”.

Thornton juga menilai respons yang efektif tidak cukup hanya bergantung pada ruang praktik dokter. Dukungan komunitas dan kolaborasi lintas pihak ikut dibutuhkan untuk membantu pekerja yang terdampak.

Saat ini, penelitian tentang AIRD masih berada pada tahap awal. Stephanie McNamara disebut masih mencari proyek lanjutan untuk mengembangkan data yang lebih formal agar pengenalan klinis terhadap kondisi ini bisa diperkuat.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru