KIA Seltos Hadapi SUV Hybrid Tanpa Diskon Harga, Kualitas Jadi Andalan Utama

Author: Redaksi Android62

KIA Seltos akan memasuki persaingan SUV kompak Indonesia dengan strategi yang tidak bertumpu pada harga murah. PT Kia Sales Indonesia memilih mengedepankan kualitas, kenyamanan, performa, dan kelapangan kabin sebagai nilai utama kendaraan ini.

Langkah tersebut diambil saat pasar SUV kompak semakin padat, termasuk oleh model hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar. Harga resmi Seltos masih menjadi faktor penting yang dinantikan calon pembeli menjelang peluncurannya.

Penjualan Global Menjadi Modal

Kepercayaan diri KIA turut didukung kinerja Seltos di pasar internasional. Berdasarkan data internal perusahaan, penjualan global model ini mencapai sekitar 175 ribu unit pada periode Januari hingga Juni tahun ini.

Angka tersebut disebut setara dengan rata-rata sekitar 35 ribu unit per bulan. India menjadi pasar terbesar Seltos, sedangkan konsumen di Korea Selatan cenderung memilih SUV dengan ukuran lebih besar.

Indikator Data Keterangan
Penjualan global Sekitar 175 ribu unit Januari–Juni tahun ini
Rata-rata penjualan Sekitar 35 ribu unit Per bulan
Pasar terbesar India Berdasarkan penjelasan KIA

VP Operations Kia Sales Indonesia, Harry Yanto, menyebut pasar Korea Selatan lebih banyak mengarah ke SUV seperti Sorento atau Sportage. Menurut dia, konsumen di negara maju cenderung memiliki preferensi terhadap kendaraan berukuran lebih besar.

Harga Bukan Satu-satunya Pertimbangan

Masuknya sejumlah merek otomotif baru, khususnya dari China, membuat persaingan banderol kendaraan nasional semakin ketat. Namun, KIA menyatakan tidak ingin menjadikan perang harga sebagai jalur utama untuk menarik konsumen.

Harry menilai KIA tidak berada dalam posisi untuk berkompetisi hanya melalui harga rendah. Perusahaan ingin menawarkan mutu kendaraan yang dapat dirasakan pemilik dalam penggunaan sehari-hari.

“Kalau main harga, kita tidak bisa. Fokusnya KIA adalah bagaimana memberikan kualitas sebuah kendaraan dari sisi kenyamanan, performa, dan kelegaan,” kata Harry seperti dikutip dari Liputan6.

Pendekatan itu menempatkan KIA Seltos sebagai pilihan bagi konsumen yang mempertimbangkan lebih dari angka pada label harga. Desain kendaraan menjadi salah satu aspek yang telah memperoleh respons awal positif dari masyarakat.

Harry mengatakan komentar terhadap desain Seltos memberi sinyal yang baik bagi perusahaan. Meski demikian, tingkat optimisme tersebut baru akan lebih terukur setelah harga resmi diumumkan kepada pasar.

“Kalau dibilang optimistis, ya kita lihat beberapa komentar dari rekan-rekan, semua berkomentar bahwa secara desain KIA Seltos itu bagus. Cuma mereka memang masih menunggu dari sisi harga,” ujar Harry di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026).

Tantangan Efisiensi dari Hybrid

Persaingan yang dihadapi Seltos tidak hanya berasal dari SUV bermesin konvensional. Kehadiran kendaraan hybrid juga perlu diperhitungkan karena semakin banyak konsumen mempertimbangkan efisiensi bahan bakar.

Harry mengakui tren hybrid menjadi salah satu faktor dalam pasar SUV kompak. Namun, preferensi pembeli dinilai masih dinamis dan dapat berubah karena sejumlah hal, termasuk perubahan harga bahan bakar.

KIA memandang keputusan membeli kendaraan tidak semata-mata ditentukan oleh jenis teknologi penggerak. Kombinasi desain, kualitas, performa, kenyamanan, serta ruang kabin tetap menjadi paket nilai yang ingin ditawarkan Seltos.

Masih Didatangkan dari India

Untuk pasar Indonesia, Seltos masih didatangkan secara completely built up atau CBU dari fasilitas produksi KIA di India. Status impor tersebut menjadi konteks penting di tengah perhatian publik terhadap kemungkinan harga jual model ini.

KIA Sales Indonesia menyiapkan Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 untuk memperkenalkan lini produk terbarunya. Seltos menjadi salah satu model yang paling dinanti dalam agenda tersebut.

Penetapan harga tetap akan menjadi perhatian utama calon pembeli ketika persaingan SUV makin rapat. Namun, arah yang ditegaskan KIA adalah menawarkan kualitas yang dinilai kuat di kelasnya, bukan menjadi SUV dengan banderol paling rendah.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru