Kolokoa Tunjukkan Potensi Emas Luas, Pani Kian Siap Memasuki Tahap Produksi Baru

Hasil uji metalurgi dari prospek Kolokoa memberi dorongan penting bagi pengembangan Tambang Emas Pani. Pengujian bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi, dengan recovery material oksida berada di kisaran 87-94 persen dan material transisi 81-92 persen.

Data tersebut membuat Kolokoa tidak hanya menarik dari sisi sebaran mineralisasi, tetapi juga dari sisi potensi pengolahan. Dalam pengembangan tambang, performa metalurgi seperti ini sering dipakai untuk menilai apakah material dapat diproses secara efisien dan mendukung keekonomian operasi.

Di saat yang sama, prospek yang berada di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, ini dinilai punya posisi strategis karena sangat dekat dengan deposit utama Pani. Jaraknya sekitar 500 meter, sehingga Kolokoa dipandang sebagai prospek satelit yang berpeluang diintegrasikan dengan operasi utama tanpa kebutuhan infrastruktur tambahan yang besar.

Dari hasil pengeboran awal, zona mineralisasi emas di Kolokoa terbaca cukup luas. Kadar emas pada permukaan mencapai 1,57 g/t, sementara target eksplorasi konseptual diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3-0,5 g/t emas.

Angka tersebut belum menjadi estimasi final, tetapi sudah memberi indikasi bahwa area ini menyimpan potensi mineralisasi yang menarik. Dalam kerja eksplorasi tambang, data awal seperti ini menjadi pijakan untuk memperluas pemahaman geologi dan menentukan arah pengembangan berikutnya.

Eksplorasi masih diperluas

Manajemen EMAS melaporkan sebanyak 30 lubang bor telah selesai dikerjakan dari total rencana 82 lubang bor untuk program tahun 2026. Program ini diarahkan untuk memperluas estimasi Sumber Daya Mineral sekaligus menguji batas zona mineralisasi yang sudah ditemukan.

Masih tersisanya 52 lubang bor memberi ruang bagi data geologi untuk terus bertambah. Semakin banyak hasil pengeboran terkumpul, semakin jelas pula gambaran mengenai ukuran, sebaran, dan kualitas mineralisasi di Kolokoa.

Peluang bagi peta produksi Pani

Cetro Trading Insight menilai temuan di Kolokoa dapat ikut memengaruhi arah produksi di Sulawesi Utara seiring agenda ekspansi perusahaan. Prospek ini tidak hanya menambah peta mineralisasi, tetapi juga membuka peluang integrasi yang lebih dekat dengan aset produksi yang sudah berjalan.

Bagi EMAS, Kolokoa dapat menjadi penopang tambahan di sekitar tambang utama. Jika hasil eksplorasi lanjutan tetap konsisten, zona ini berpotensi memperbesar sumber daya sekaligus memperkuat posisi Pani sebagai aset inti.

Kedekatan lokasi menjadi salah satu nilai paling penting dalam prospek ini karena bisa membantu sinergi operasional. Dalam konteks pengembangan tambang, prospek yang berdekatan dengan deposit utama umumnya lebih mudah dikaitkan dengan rencana produksi yang sudah ada dibanding area yang letaknya jauh.

Kondisi tersebut juga bisa mengurangi kompleksitas operasional. Dengan begitu, pemanfaatan fasilitas dan rencana pengembangan yang telah tersedia dapat dilakukan secara lebih efisien, selama hasil teknis dan sumber daya yang dicari tetap bergerak sesuai harapan.

Setelah temuan awal ini, perusahaan akan melanjutkan evaluasi teknikal dan kinerja secara bertahap. Langkah itu diperlukan agar integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani dapat disusun secara optimal.

Pendekatan bertahap juga penting karena eksplorasi masih berjalan dan data baru masih terus masuk. Selama pengeboran belum selesai seluruhnya, prospek Kolokoa tetap menyimpan ruang bagi perkembangan informasi yang relevan terhadap peta produksi EMAS.

Berita Terkait