Kolombia memastikan posisi teratas Grup K Piala Dunia FIFA 2026 setelah menahan Portugal 0-0 di Miami. Hasil itu cukup untuk mengantar Los Cafeteros ke puncak klasemen berkat selisih gol yang lebih baik.
Laga berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal dan lebih menyerupai pertandingan fase gugur daripada duel grup biasa. Kedua tim sama-sama agresif, tetapi tidak ada peluang yang benar-benar berubah menjadi gol.
Portugal kesulitan menembus tekanan Kolombia
Kolombia tampil berani dengan menekan sejak menit pertama dan menjaga intensitas serangan dari kedua sisi lapangan. Néstor Lorenzo memimpin timnya untuk tetap aktif menyerang, tanpa menunjukkan tanda-tanda bermain aman.
Luis Díaz, James Rodríguez, Jhon Arias, dan Jhon Córdoba menjadi pemain yang paling sering mengancam pertahanan Portugal. Serangan mereka memaksa lini belakang lawan bekerja keras sepanjang babak pertama.
Diogo Costa menjadi pembeda utama bagi Portugal pada periode awal pertandingan. Kiper itu menggagalkan peluang dari Jhon Córdoba, James Rodríguez, Jefferson Lerma, dan Jhon Arias lewat beberapa penyelamatan penting.
Aksi di kedua kotak penalti sama-sama berbahaya
Kolombia juga sempat nyaris unggul ketika João Cancelo melakukan sapuan di garis gawang. Aksi tersebut menghentikan peluang yang sudah mengarah ke area berbahaya Portugal.
Camilo Vargas turut menjaga gawang Kolombia tetap aman dengan menepis peluang jarak dekat Bruno Fernandes. Momen itu menjadi salah satu kesempatan terbaik Portugal untuk mencetak gol pada babak pertama.
Kedua tim mempertahankan kecepatan permainan yang tinggi, tetapi penyelesaian akhir menjadi pembeda yang hilang dari laga ini. Babak pertama pun berakhir tanpa gol meski ritmenya tetap terbuka.
Kolombia tetap dominan setelah jeda
Setelah turun minum, Kolombia kembali mengambil alih penguasaan permainan. James Rodríguez tetap menjadi pengatur tempo, sementara lini depan terus mencari celah di pertahanan Portugal.
Luis Suárez mendapat peluang emas melalui tendangan voli, tetapi bola melayang tipis di atas mistar. Kesempatan itu menegaskan bahwa Kolombia masih lebih sering menguasai area berbahaya.
Portugal memilih bertahan rapat dan mengandalkan disiplin lini belakang untuk menahan tekanan. Namun, Kolombia terus menjaga intensitas hingga menit-menit akhir pertandingan.
Gol Davinson Sánchez dianulir di masa tambahan waktu
Drama terbesar muncul pada masa tambahan waktu ketika Davinson Sánchez sempat menyambut umpan Juan Fernando Quintero dan mencetak gol. Namun, wasit menganulirnya karena offside yang sangat tipis.
Keputusan itu membuat ketegangan memuncak pada laga yang sejak awal sudah berjalan panas. Meski demikian, skor tetap bertahan 0-0 sampai peluit akhir berbunyi.
Hasil ini mengirim Kolombia ke babak berikutnya sebagai juara grup, sementara Portugal finis kedua dan harus menghadapi Kroasia. Los Cafeteros kemudian bersiap menantang Ghana dengan modal kepercayaan diri yang tinggi.
