C64C Ultimate Slimline datang dengan pendekatan yang membuatnya langsung mencuri perhatian: Commodore memakai kembali cetakan asli dari 1986 untuk bodinya. Keputusan itu menjadikan perangkat ini bukan hanya reproduksi Commodore 64 berbasis FPGA, tetapi juga produk yang membawa jejak manufaktur lama secara fisik.
Langkah tersebut memberi nilai tambah yang sulit ditiru oleh replika lain. Alih-alih sekadar menghadirkan bentuk yang mirip, Commodore memilih mempertahankan unsur asli dari produksi lama agar nuansa historisnya tetap terasa kuat.
Cetakan lama yang kembali dipakai
Bodi C64C Ultimate Slimline dibuat menggunakan tooling injection-molding asli dari 1986. Artinya, bagian luar perangkat ini tidak hanya terinspirasi dari desain klasik Commodore, melainkan benar-benar lahir dari cetakan yang memiliki sejarah panjang.
Riwayat cetakan itu juga ikut memperkuat daya tariknya. Tooling tersebut disebut pernah ditemukan dalam lelang oleh kolektor Dallas Moore, selamat dari kebakaran pabrik, lalu disimpan oleh Individual Computers sebelum akhirnya diakuisisi kembali oleh Commodore.
Cerita di balik cetakan itu membuat produk ini punya nilai emosional tersendiri bagi komunitas retro. Bagi penggemar komputer klasik, penggunaan mold asli memberi kesan bahwa Commodore tidak sedang membuat tiruan biasa, melainkan berusaha menjaga hubungan langsung dengan warisan produknya.
Desain lebih ramping, tetapi tetap membawa karakter lama
Secara tampilan, C64C Ultimate Slimline terasa lebih tipis dibanding varian C64 Ultimate bergaya “breadbin” yang sudah lebih dulu dikenal. Bentuk luarnya juga mengingatkan pada komputer Amiga dari era Commodore, meski identitas C64C tetap terlihat jelas.
Pembaruan pada model ini memang lebih terasa di bagian luar. Di sisi lain, inti pengalaman yang ditawarkan tetap mengikuti pendekatan yang sudah dipakai sebelumnya, sehingga perubahan desain tidak menggeser karakter retro yang menjadi alasan utama perangkat ini dibuat.
Commodore tampaknya ingin menunjukkan bahwa penyegaran bodi bisa berjalan tanpa menghapus bahasa desain lama. Hasilnya adalah perangkat yang terlihat lebih segar, namun tetap membawa sentuhan historis yang kuat.
Jejak khas dari proses produksi lama
Salah satu detail yang menegaskan autentisitas perangkat ini berasal dari proses produksi cetakan aslinya. Peri Fractic, CEO baru Commodore yang juga dikenal sebagai kreator konten retro, menjelaskan bahwa cetakan C64C asli dulu memakai pola aliran dua titik.
Menurut penjelasannya, pola tersebut membuat plastik mendingin tidak merata saat produksi. Dampaknya, bodi meninggalkan bekas aliran samar berbentuk setengah lingkaran yang kini justru dianggap sebagai penanda bahwa casing itu benar-benar lahir dari mold lama.
Fractic menyebut tanda itu dulu hampir tidak diperhatikan. Namun dalam konteks sekarang, jejak kecil seperti itu justru menjadi bagian dari cerita autentik yang membedakan C64C Ultimate Slimline dari produk modern lain.
Isi dalam tetap fokus pada pengalaman Commodore 64
Di balik bodi barunya, C64C Ultimate Slimline tetap mengandalkan reproduksi FPGA yang disebut cycle-accurate dari Commodore 64 asli. Pendekatan ini bertujuan meniru perilaku perangkat lawas dengan tingkat ketelitian tinggi agar pengalaman pemakaian tetap dekat dengan mesin klasiknya.
Commodore juga menyebut perangkat ini mendukung ribuan aplikasi klasik, game, cartridge, dan periferal dari pertengahan era 1980-an hingga awal 1990-an. Dukungan tersebut menjadi alasan penting mengapa perangkat ini masih menarik bagi kolektor maupun pengguna yang ingin menjalankan perangkat lunak lama di perangkat yang lebih modern.
Meski berakar pada pengalaman retro, fitur masa kini tetap tersedia. C64C Ultimate membawa output HDMI, RAM tambahan, turbo mode, dukungan beberapa chip suara SID, dan chip Wi-Fi.
Pengguna juga masih bisa memilih pengalaman yang lebih mendekati masa lalu. Perangkat ini tetap dapat disambungkan ke monitor CRT untuk mendapatkan tampilan retro yang lebih autentik.
Harga premium untuk tiga pilihan edisi
Pre-order C64C Ultimate sudah dibuka dalam tiga edisi berbeda. Perbedaannya ada pada tampilan dan harga, sementara basis perangkatnya tetap berada dalam lini yang sama.
- BASIC beige — $299.99
- Starlight edition translucent dengan reactive RGB — $349.00
- Ultimate: Founder’s Edition dengan aksen emas — $499.99
Rentang harga itu menempatkan C64C Ultimate Slimline di segmen premium. Posisi tersebut sejalan dengan kombinasi yang ditawarkan Commodore, yaitu fungsi, nilai koleksi, dan klaim keaslian manufaktur dalam satu paket.
Kehadiran model ini juga menegaskan bahwa pasar perangkat retro masih punya ruang yang kuat. Kombinasi kompatibilitas software klasik, fitur modern seperti HDMI dan Wi-Fi, serta penggunaan ulang mold asli 1986 membuat C64C Ultimate Slimline tampil menonjol di tengah banyak replika lain.
Source: www.notebookcheck.net






