Lisuan LX 7G100 mulai menarik perhatian bukan karena tampil sebagai penantang tercepat, melainkan karena GPU ini akhirnya mampu menjalankan gim modern dengan lebih mulus dari generasi GPU China sebelumnya. Perubahan ini penting, sebab hambatan kompatibilitas yang dulu sering membuat pengguna harus menunggu perbaikan driver berbulan-bulan kini sudah jauh berkurang.
Meski begitu, posisi LX 7G100 masih belum cukup kuat untuk mengejar kelas mainstream yang lebih mapan. Dalam pengujian gaming 1080p, performanya memang sudah layak dipakai bermain, tetapi jaraknya dari kartu grafis arus utama seperti Nvidia GeForce RTX 4060 dan Intel Arc B580 masih terasa jelas.
Kompatibilitas jadi lompatan terbesar
Yang paling menonjol dari Lisuan LX 7G100 justru bukan sekadar angka frame per detik. GPU ini menunjukkan bahwa gim modern dan judul AAA kini bisa dibuka dan dimainkan langsung, tanpa drama kompatibilitas yang selama ini membayangi GPU gaming buatan China.
Perubahan seperti ini membuat LX 7G100 terlihat lebih matang dibanding pendahulunya. Pengalaman tersebut menjadi sinyal bahwa masalah software yang dulu sangat mengganggu sudah mulai tertangani, meski belum sepenuhnya tuntas.
Performa gaming sudah bisa dipakai
Lisuan LX 7G100 dibangun dengan arsitektur TrueGPU buatan Lisuan Tech dan membawa memori 12 GB GDDR6. Kartu grafis ini memakai chip 6 nm bernama 7G106, dan hasil pengujian menunjukkan performa gaming yang cukup kompeten di resolusi 1080p.
Di Black Myth: Wukong, kartu ini mencatat 56 FPS. Angka lainnya berada di 57 FPS untuk The Witcher 3: Wild Hunt, 80 FPS di Elden Ring, 150 FPS di Grand Theft Auto V, dan 182 FPS di Dota 2.
Pada Cyberpunk 2077, performanya mencapai sekitar 88 FPS ketika FSR3 Quality mode dan frame generation diaktifkan. Hasil ini menegaskan bahwa LX 7G100 sudah masuk kategori GPU yang bisa dipakai bermain, bukan lagi sekadar proyek percobaan.
Masih tertinggal dari kelas menengah mapan
Walau hasilnya cukup menjanjikan, Lisuan LX 7G100 belum mampu menekan kartu grafis yang sudah lama berada di kelas mainstream. Di perbandingan langsung, performanya masih sekitar 30% di bawah Nvidia GeForce RTX 4060 dan Intel Arc B580.
Kesenjangan itu makin terasa di gim yang sulit dioptimalkan. Dalam skenario seperti ini, GPU pesaing bisa mencetak frame rate dua sampai tiga kali lebih tinggi, sehingga LX 7G100 belum konsisten saat menghadapi judul yang paling menuntut.
Software masih menyisakan banyak pekerjaan
Di sisi software, kemajuan memang terlihat, tetapi belum rapi sepenuhnya. Penguji masih menemukan stuttering, frame pacing yang tidak konsisten, panel kontrol driver yang hampir kosong, serta pengaturan overclock yang kembali nol setiap kali sistem reboot.
Kondisi ini membuat pengalaman pengguna belum benar-benar stabil, terutama bagi gamer yang ingin mengatur performa secara manual. Lisuan juga belum menanamkan dukungan ray tracing pada hardware ini, dan perusahaan baru berencana membawanya ke generasi GPU berikutnya.
Harga ikut menekan ruang gerak Lisuan
Tantangan LX 7G100 tidak berhenti pada performa dan software. Di China, Founders Edition kartu ini dibanderol sekitar $485, sehingga posisinya masuk ke rentang harga yang berdekatan dengan produk Nvidia, AMD, dan Intel yang performanya jauh lebih kencang.
Dengan banderol seperti itu, Lisuan perlu menawarkan lebih dari sekadar kompatibilitas yang membaik. GPU ini harus menunjukkan nilai yang cukup kuat agar pembeli mau mempertimbangkannya di tengah persaingan kelas harga yang ketat.
Pada akhirnya, LX 7G100 lebih tepat dilihat sebagai penanda kemajuan teknis GPU gaming China. Kartu ini sudah membuktikan bahwa masalah kompatibilitas tidak lagi separah sebelumnya, tetapi selisih performa yang masih sekitar 30% dari RTX 4060 dan deretan masalah software membuat jaraknya dari kelas mainstream tetap jelas.
Source: www.notebookcheck.net