Kontrak 30 Tahun Di Lavender Diteken, PHE Siapkan Langkah Baru Eksplorasi Migas Sulawesi

Author: Redaksi Android62

Wilayah Kerja Lavender resmi masuk ke portofolio hulu migas PT Pertamina Hulu Energi (PHE) setelah perusahaan itu menandatangani Kontrak Kerja Sama dengan skema cost recovery. Kontrak berdurasi 30 tahun ini mencakup area 8.206,95 km² di lepas pantai dan daratan Sulawesi, sehingga langsung menarik perhatian karena dinilai punya potensi besar untuk memperkuat pasokan migas nasional.

Masuknya blok baru ini juga menambah ruang gerak PHE dalam pengelolaan aset hulu migas di dalam negeri. Di saat yang sama, langkah tersebut memperluas portofolio energi nasional dan membuka fase awal pengembangan di wilayah yang selama ini dipandang masih menyimpan peluang eksplorasi.

Komitmen awal difokuskan pada pemetaan potensi

Pada tiga tahun pertama, PHE menyiapkan komitmen pasti senilai US$ 2,8 juta. Anggaran itu diarahkan untuk studi geologi dan geofisika, akuisisi seismik 2D sepanjang 100 km, serta seismik 3D seluas 200 km².

Seluruh kegiatan awal tersebut difokuskan untuk memetakan potensi migas di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Tahap ini menjadi penting karena hasil studi dan survei akan dipakai sebagai dasar sebelum eksplorasi bergerak ke fase lanjutan yang biasanya membutuhkan biaya lebih besar.

Persetujuan kontrak dan proses penandatanganan

Kontrak kerja sama untuk WK Lavender disetujui oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 17 Maret 2026. Sebelum itu, penandatanganan internal proyek telah dilakukan di Jakarta pada 11 Februari 2026.

Dalam proses tersebut, Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, hadir bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. Selain itu, pemerintah juga menerima bonus tanda tangan senilai US$ 200.000 serta jaminan pelaksanaan sebelum kontrak mulai berlaku.

WK Lavender sendiri berasal dari penawaran langsung Indonesia Petroleum Bidding Round (IPBR) Tahap 2 Tahun 2025. Skema ini menjadi jalur yang membuka ruang bagi pengelolaan blok baru tersebut oleh PHE.

Ekspansi PHE terus berlanjut di hulu migas

WK Lavender tercatat sebagai blok baru keenam yang dikelola anak usaha PHE sejak 2023. Catatan ini menunjukkan ekspansi bisnis hulu migas perusahaan masih berjalan, terutama ke wilayah yang dinilai memiliki prospek pengembangan sumber daya.

Kehadiran blok baru ini juga memperlihatkan bahwa PHE terus memperkuat perannya dalam pengelolaan aset hulu migas nasional. Dengan area kerja yang luas dan program eksplorasi awal yang sudah disiapkan, Lavender menjadi salah satu wilayah yang patut dicermati dalam peta pengembangan migas Sulawesi.

Ketahanan energi jadi dorongan utama

Ruby Mulyawan menegaskan bahwa ketahanan energi tidak bisa ditunda karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pasokan energi masa depan. Ia menyampaikan, “Ketahanan energi nasional bukan pilihan, tapi keharusan.”

Ia juga menekankan bahwa PHE berada di garis depan untuk menjaga produksi migas saat ini sambil menyiapkan energi masa depan. Karena itu, masuknya WK Lavender dipandang sejalan dengan kebutuhan menjaga pasokan energi nasional di tengah tantangan pengembangan sumber daya migas.

Standar operasi dan tata kelola tetap dijaga

Seluruh operasi di WK Lavender akan dijalankan secara profesional dengan mengacu pada standar global. Salah satu poin yang disorot adalah penerapan sistem manajemen anti-penyuapan ISO 37001:2016 untuk menjaga transparansi dalam bisnis hulu migas.

PHE juga menegaskan komitmen untuk mengelola operasi secara prudent dan excellent, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Arah itu dikaitkan dengan upaya perusahaan untuk terus bergerak menuju posisi sebagai perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia dengan prinsip environmentally friendly, socially responsible, dan good governance.

Dengan kontrak 30 tahun, komitmen eksplorasi awal, dan cakupan wilayah yang luas, WK Lavender kini memasuki tahap yang menentukan bagi pemetaan sumber daya migas di Sulawesi. Jika studi geologi, survei seismik, dan tahapan awal lain berjalan sesuai rencana, blok ini berpotensi menjadi bagian penting dalam penguatan peta migas di kawasan tersebut.

Berita Terbaru