Korea Selatan sedang menyiapkan langkah besar untuk mempercepat pengembangan mobil otonom lewat Gwangju. Di kota ini, Hyundai Motor Group akan menurunkan sekitar 200 kendaraan tanpa sopir berbasis Ioniq 5 untuk diuji dan dioperasikan dalam layanan mobilitas otonom.
Proyek tersebut tidak berdiri sendiri. Hyundai Motor Co. dan Kia Corp. sudah meneken nota kesepahaman dengan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan, Pemerintah Kota Gwangju, serta sejumlah startup mobilitas untuk membangun ekosistem uji yang lebih luas.
Gwangju jadi area pengembangan yang lebih terbuka
Keterlibatan banyak pihak membuat Gwangju tidak hanya menjadi lokasi pengujian teknis tertutup. Kota ini diposisikan sebagai ruang kerja bersama untuk pengembangan, pengoperasian, dan pengujian teknologi otonom dalam skala yang lebih besar.
Dua startup yang disebut ikut terlibat adalah Autonomous A2Z dan Ride Flux. Dengan susunan ini, proyek yang dijalankan Hyundai dan Kia akan bergerak di jalur yang menghubungkan pengembangan kendaraan, perangkat lunak, dan dukungan kebijakan.
Ioniq 5 dipilih sebagai basis armada
Armada yang disiapkan akan berbasis Ioniq 5. Mobil listrik itu akan dipakai untuk layanan mobilitas otonom di Gwangju, termasuk pengaturan kendaraan dan pengendalian armada.
Pemakaian Ioniq 5 memberi Hyundai dan Kia platform yang sudah dikenal luas sebagai basis kendaraan listrik. Dengan pendekatan itu, pengujian bisa dilakukan pada armada yang relatif seragam dan lebih mudah dikembangkan ke skala yang lebih besar.
Perangkat lunak Atria AI ikut menganalisis data berkendara
Selama uji coba berjalan, data dari kendaraan akan diproses oleh Atria AI buatan 42dot, anak perusahaan Hyundai Motor. Perangkat lunak ini akan menganalisis data berkendara untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan kendaraan otonom di jalan.
Pengolahan data menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem tanpa sopir. Semakin banyak data yang terkumpul dari uji jalan, semakin besar peluang sistem mengenali pola berkendara dan menyesuaikan respons kendaraan di lingkungan nyata.
Targetnya menuju otonomi Level 4
Tujuan utama proyek ini adalah teknologi setara Level 4. Pada level tersebut, kendaraan dapat menjalankan seluruh tugas mengemudi di area tertentu tanpa campur tangan manusia.
Karena targetnya berada di Level 4, pengujian di Gwangju tidak hanya ditujukan untuk demonstrasi teknologi. Proyek ini juga diarahkan untuk melihat kesiapan operasional kendaraan otonom dalam situasi yang lebih nyata.
Pemerintah siapkan dukungan regulasi
Pemerintah Korea Selatan akan mendukung proyek ini melalui pelonggaran regulasi dan paket kebijakan. Gwangju juga ditargetkan menjadi zona khusus kendaraan otonom agar pengujian dan penerapan layanan bisa berjalan lebih lancar.
Menteri Transportasi Kim Yun-duk menegaskan Korea Selatan tidak boleh tertinggal dari negara yang lebih dulu melaju di teknologi kendaraan otonom. Ia menyatakan pemerintah ingin menjadikan Korea Selatan salah satu dari tiga pemain terbesar dunia dalam solusi mobilitas otonom.
