Korsel Umumkan Darurat Gelombang Panas, Warga Diminta Segera Berteduh

Author: Redaksi Android62

Korea Selatan memasuki situasi darurat akibat gelombang panas setelah pemerintah setempat mengeluarkan peringatan darurat pertama dalam sejarah di bawah sistem penilaian baru. Peringatan yang diumumkan pada Minggu (12/7/2026) itu muncul ketika suhu melonjak tajam dan menimbulkan kekhawatiran akan risiko fatal bagi warga.

Badan Meteorologi Korea (KMA) menerbitkan status darurat tersebut pada pukul 10 pagi untuk dua kota di selatan Provinsi Gyeongsang Utara, yakni Gyeongsan dan Pohang. Kepala KMA, Lee Mi-seon, mengatakan kepada Channel News Asia bahwa ini merupakan kali pertama peringatan semacam itu dikeluarkan sejak sistem baru diberlakukan.

Batas Suhu yang Memicu Status Darurat

Sistem baru itu digunakan ketika suatu wilayah diperkirakan mengalami perceived temperature 38 derajat Celsius atau suhu aktual 39 derajat Celsius selama satu hari penuh. Menurut Lee, status darurat menunjukkan peningkatan risiko serius bahkan bagi orang sehat, termasuk penyakit hingga kemungkinan kematian akibat paparan panas ekstrem.

Otoritas setempat meminta warga yang masih berada di luar ruangan untuk segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat teduh yang sejuk. Mereka juga mengingatkan agar anak-anak maupun hewan peliharaan tidak ditinggalkan di dalam kendaraan, karena suhu di dalam mobil dapat naik sangat cepat dan membahayakan nyawa.

Sejumlah Wilayah Masih Dalam Peringatan

Seoul dan beberapa wilayah lain di Korea Selatan juga masih berada di bawah peringatan gelombang panas. Status ini berlaku ketika suhu yang dirasakan diperkirakan bertahan di angka 35 derajat Celsius atau lebih tinggi selama dua hari berturut-turut.

Di ibu kota, anak-anak terlihat mencoba menyejukkan diri dengan berlari melewati pancuran air di Lapangan Gwanghwamun. Sementara itu, warga dewasa memilih berteduh di pusat perbelanjaan atau mal yang lebih sejuk.

Wilayah Status Ambang Kondisi
Gyeongsan Peringatan darurat Perceived temperature 38°C atau suhu aktual 39°C selama satu hari penuh
Pohang Peringatan darurat Perceived temperature 38°C atau suhu aktual 39°C selama satu hari penuh
Seoul dan wilayah lain Peringatan gelombang panas Suhu yang dirasakan 35°C atau lebih tinggi selama dua hari berturut-turut

Panas Ekstrem Makin Sering Terjadi

Data KMA menunjukkan rata-rata jumlah hari gelombang panas tahunan di Korea Selatan telah melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari dalam lima tahun terakhir. Pada era 1970-an, jumlahnya hanya sekitar 8 hari, sehingga perubahan ini menjadi penanda pergeseran cuaca yang sangat signifikan.

Fenomena malam tropis juga meningkat tajam, dari 4 menjadi 14 hari. Kondisi itu terjadi ketika suhu malam tidak turun di bawah 25 derajat Celsius, yang berarti panas ekstrem kini tidak hanya terasa pada siang hari tetapi juga bertahan hingga malam.

Di kawasan lain, cuaca serupa sebelumnya juga menghantam Eropa dan memecahkan rekor suhu di Jerman, Polandia, hingga Inggris. Prancis bahkan mencatat lebih dari 2.000 kematian tambahan akibat gelombang panas ekstrem tersebut, sementara para ilmuwan menyebut perubahan iklim akibat ulah manusia dan kembalinya fenomena El Nino ikut memperburuk keadaan.

Dengan suhu yang terus menekan dan status darurat yang baru pertama kali digunakan, otoritas Korea Selatan menegaskan bahwa warga perlu mengurangi aktivitas luar ruangan dan lebih waspada terhadap risiko panas ekstrem. Situasi ini menunjukkan bahwa gelombang panas di negara itu kini telah mencapai tingkat yang tidak lagi bisa dipandang sebagai cuaca terik biasa.

Berita Terbaru