Kritik Gaya Bicara Dody Hanggodo Masuk Catatan Istana, Evaluasi Kinerja Tetap Terpisah

Author: Redaksi Android62

Istana Negara menjadikan kritik publik terhadap gaya komunikasi Menteri PU Dody Hanggodo sebagai catatan untuk perbaikan. Namun, pemerintah menegaskan penilaian atas cara berbicara pejabat tidak disamakan dengan evaluasi atas kinerja kementerian.

Pemisahan itu penting karena capaian kerja memiliki mekanisme penilaian tersendiri. Sementara komunikasi publik dinilai dengan mempertimbangkan konteks pembicaraan serta karakter masing-masing pejabat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan evaluasi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih berlangsung secara rutin dan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui koordinasi serta pertukaran masukan di antara pejabat pemerintahan.

Menurut Prasetyo, seluruh kementerian dan para menterinya masuk dalam proses evaluasi tersebut. Akan tetapi, pendekatan untuk menilai hasil kerja tidak sepenuhnya dapat diterapkan dalam menilai gaya penyampaian seseorang di ruang publik.

Catatan untuk Penyampaian Pesan

Kritik terhadap komunikasi seorang menteri tetap tidak diabaikan meskipun berada di luar parameter evaluasi kinerja. Istana akan menyalurkan masukan itu melalui komunikasi internal kepada pihak yang terkait.

Langkah tersebut dimaksudkan agar penjelasan pejabat kepada masyarakat dapat disampaikan secara lebih tepat. Pemerintah memandang respons publik dapat menjadi bahan perbaikan dalam hubungan antara pejabat dan masyarakat.

“Kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri bagaimana cara kita kemudian mengevaluasi,” kata Prasetyo di Ruang Wartawan Istana, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juli 2026. Ia menekankan bahwa komunikasi publik tidak dapat diukur dengan ukuran yang sama seperti capaian kerja kementerian.

Prasetyo juga menyebut kritik atas penyampaian pesan yang dinilai kurang tepat akan menjadi perhatian pemerintah. Catatan itu diharapkan dapat mendorong perbaikan cara berkomunikasi pada waktu berikutnya.

Respons Dody Hanggodo

Sorotan publik mengarah kepada Dody Hanggodo yang oleh sebagian pihak dinilai memiliki gaya bicara terlalu santai atau slengekan ketika menanggapi isu publik. Menteri PU tersebut menyatakan kritik tidak menjadi persoalan baginya.

“Lho, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan,” ujar Dody. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia memandang tanggapan publik sebagai masukan bagi dirinya.

Dody menjelaskan gaya komunikasinya berkaitan dengan latar belakangnya sebagai pelaku usaha asal Jawa Timur. Karena latar tersebut, ia mengakui cara bicaranya cenderung lebih santai dibandingkan gaya komunikasi pejabat publik pada umumnya.

“Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengekan,” kata Dody sambil tertawa. Ia menambahkan bahwa dirinya akan bersikap serius saat menghadapi pembahasan yang sangat teknis.

Konteks Isu yang Dipersoalkan

Dalam respons terhadap kritik tersebut, Dody menyebut isu yang sedang dibicarakan bukan persoalan serius. Ia juga menyatakan isu itu sebagai hoaks.

Penegasan Dody mengenai pembahasan teknis memperlihatkan adanya pembedaan dalam gaya responsnya terhadap suatu isu. Ia menilai tingkat keseriusan materi yang dibahas turut memengaruhi cara ia menyampaikan jawaban.

Laporan VIVA.co.id menyebut Istana tetap membedakan penilaian terhadap kinerja dan karakter komunikasi pejabat. Meski demikian, masukan soal gaya penyampaian tidak dikesampingkan dari proses komunikasi pemerintah.

Dengan demikian, kritik terhadap gaya bicara Dody ditempatkan sebagai bahan perbaikan komunikasi, bukan penilaian tunggal atas pelaksanaan tugas Kementerian PU. Pemerintah berharap masukan tersebut dapat membuat pesan pejabat lebih mudah diterima masyarakat.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru