KRL Disulap Jadi Ruang Piala Dunia, Coca-Cola Bawa Kaleng Khusus dan Lagu Lokal

Author: Redaksi Android62

Coca-Cola Indonesia memperluas kampanye Piala Dunia 2026 dengan rangkaian aktivasi yang menyentuh ruang publik, mulai dari Commuter Line hingga musik dan kegiatan komunitas. Perusahaan menempatkan turnamen sepak bola dunia itu lebih dekat ke keseharian masyarakat, bukan hanya di layar pertandingan.

Salah satu langkah yang paling terlihat hadir di KRL rute Cikarang dan Bogor. Hingga akhir Juni, penumpang di dua jalur tersebut bisa menemukan dekorasi bertema turnamen yang mengubah suasana gerbong menjadi seperti bagian dari stadion.

Kemasan kaleng edisi khusus sudah beredar di ritel

Selain aktivasi ruang publik, Coca-Cola Indonesia juga merilis kemasan kaleng edisi khusus Piala Dunia 2026 pada Rabu (17/6). Ada 12 desain berbeda yang terinspirasi dari negara peserta, dan produk itu sudah tersedia di berbagai gerai ritel di Indonesia.

Peluncuran kemasan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan suasana turnamen dalam aktivitas harian. Pendekatan tersebut dibuat agar pengalaman Piala Dunia 2026 tidak berhenti pada tontonan, tetapi ikut hadir lewat produk yang mudah dijumpai masyarakat.

Detail dekorasi KRL dibuat seperti arena sepak bola

Instalasi tematik di dalam KRL menampilkan sejumlah elemen yang lekat dengan sepak bola. Lantai dibuat bermotif rumput lapangan, sementara bola Coca-Cola dan kaleng edisi khusus dipajang dalam tampilan yang serba tematik.

Sentuhan visual juga diberikan pada kursi, pintu, dan elemen jaring gawang. Kombinasi itu membuat pengalaman naik Commuter Line terasa seperti memasuki ruang perayaan yang terhubung dengan atmosfer Piala Dunia 2026.

Musik lokal ikut dipakai sebagai penguat kampanye

Coca-Cola Indonesia kemudian menggandeng Tiara Andini, Silet Open Up, Ecko Show, dan Eka Gustiwana untuk menghadirkan anthem lokal berjudul “Jump”. Lagu tersebut merupakan adaptasi resmi berlisensi dari karya Van Halen yang dirilis pada 1984.

Aransemen barunya dibuat dengan ritme perkusi yang lebih energik dan disesuaikan dengan karakter pendengar musik di Indonesia. Director Coca-Cola Trademark Coca-Cola Indonesia, Fitriana Adhisti, menyebut pendekatan budaya lokal menjadi bagian penting dari kampanye ini.

Fitriana mengatakan pihaknya ingin menghadirkan Piala Dunia 2026 lebih dekat kepada masyarakat Indonesia. Ia juga menilai aktivasi seperti Commuter Line tematik dan anthem lokal menjadi undangan agar masyarakat bisa ikut merayakan turnamen dengan cara yang lebih mudah diakses.

Nonton bareng digelar di 15 kota

Di luar produk, transportasi publik, dan musik, Coca-Cola Indonesia juga menyiapkan ruang kebersamaan melalui lebih dari 100 kegiatan nonton bareng di 15 kota besar. Program itu dijalankan bertahap sejak 12 Juni 2026 untuk memperkuat interaksi sosial selama momentum sepak bola dunia.

President Director Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, menilai sepak bola memiliki daya tarik universal yang mampu menyatukan banyak lapisan masyarakat. Karena itu, berbagai aktivitas yang disiapkan untuk Piala Dunia 2026 dirancang agar publik luas bisa ikut merasakan sukacita yang sama.

Melalui kaleng edisi khusus, dekorasi KRL, lagu tema lokal, dan kegiatan nonton bareng, Coca-Cola Indonesia membangun perayaan Piala Dunia 2026 sebagai pengalaman yang hadir di ruang-ruang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru