Amerika Serikat memastikan langkah ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dan mengoleksi enam poin dari dua pertandingan di Grup D. Hasil itu bukan hanya mengamankan tiket ke Babak 32 Besar, tetapi juga memutus catatan langka yang bertahan sejak Piala Dunia 1930.
Kemenangan tersebut menjadi penanda penting bagi skuad tuan rumah yang tampil semakin stabil di turnamen besar. Dengan raihan itu, Amerika Serikat dipastikan finis minimal di tiga besar grup dan tidak lagi perlu menunggu hasil laga lain untuk lolos otomatis.
Gol cepat dan tekanan sejak awal
Laga di Lumen Field, Seattle, berjalan di bawah dominasi Amerika Serikat sejak menit awal. Tekanan tuan rumah langsung menghasilkan gol pembuka pada menit ke-13 ketika bek Australia, Cameron Burgess, membuat gol bunuh diri.
Keunggulan itu membuat permainan Amerika Serikat semakin nyaman. Mereka terus menekan hingga Alex Freeman menggandakan skor menjadi 2-0 pada menit ke-43 sebelum turun minum.
Catatan bersejarah yang kembali muncul
Kemenangan atas Australia membuat Amerika Serikat menyamai pencapaian yang terakhir kali mereka bukukan di Piala Dunia 1930 di Uruguay. Saat itu, untuk pertama dan satu-satunya kalinya, Amerika Serikat mampu meraih dua kemenangan beruntun di putaran final Piala Dunia.
Raihan enam poin dari dua laga juga menjadi yang terbaik bagi Amerika Serikat di fase grup sejak Piala Dunia 1990. Pada edisi 2010 dan 2022, mereka tidak pernah melampaui lima poin pada fase yang sama.
Situasi ini menunjukkan perbedaan yang cukup jelas dibanding beberapa penampilan sebelumnya. Amerika Serikat kini melangkah dengan modal hasil yang lebih meyakinkan dan ruang lebih besar untuk menjaga momentum menuju babak gugur.
Peluang mengunci status juara grup
Perhatian Amerika Serikat kini tertuju pada laga terakhir fase grup melawan Turki. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang pada matchday ketiga yang dijadwalkan berlangsung Jumat pekan depan untuk memastikan status juara Grup D.
Weston McKennie menilai timnya punya keseimbangan yang dibutuhkan untuk menghadapi duel berat. “Kami bisa bermain adu fisik karena kami punya para pemain yang siap melakukan itu, dan kami juga punya pemain yang bagus dalam hal penguasaan bola,” ujar gelandang Amerika Serikat itu kepada Reuters.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, langkah Amerika Serikat terhenti di Babak 16 Besar setelah kalah 1-3 dari Belanda. Kini, dengan dua kemenangan dan performa yang lebih konsisten, mereka datang ke laga berikutnya dengan posisi yang jauh lebih kuat.
