KUR Rp361,36 Triliun Mengalir, BI Jateng Dan Dekranasda Pacu UMKM Menembus Pasar Luar Negeri

Author: Redaksi Android62

Nilai ekspor komoditas kerajinan Jawa Tengah pada periode 2025 tercatat sebesar 429,68 juta dolar AS. Angka itu memperlihatkan bahwa produk daerah punya ruang besar untuk menembus pasar yang lebih luas, selama kualitas, kapasitas, dan kesiapan pelakunya ikut naik.

Dorongan itu kini dipertegas melalui UMKM Grande 2026 di Atrium Mal Paragon Semarang. Ajang ini tidak sekadar memamerkan produk unggulan, tetapi juga membuka peluang pertemuan langsung dengan calon pembeli dari luar negeri.

Wastra dan kriya jadi tumpuan

Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Dekranasda menempatkan wastra dan kriya sebagai sektor prioritas dalam pembinaan UMKM. Dua subsektor ini dinilai kuat karena membawa identitas budaya Nusantara sekaligus punya daya tarik di pasar nasional dan internasional.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Reina Sari menilai produk Indonesia memiliki potensi besar. Meski begitu, pelaku UMKM tetap perlu berinovasi agar mampu mengikuti perubahan pasar global yang terus bergerak.

Ekspor tidak cukup dengan pameran

Kehadiran produk di ruang pamer memang penting, tetapi jalur menuju pasar ekspor jauh lebih panjang dari itu. Pelaku usaha harus melewati proses kurasi, penguatan modal, dan digitalisasi agar siap bersaing dalam ekosistem yang lebih kompetitif.

Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin menegaskan bahwa tembus pasar ekspor tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Menurut dia, pendampingan harus berjalan dari hulu ke hilir agar usaha benar-benar siap berkembang.

BI dan Dekranasda terus melakukan kurasi terhadap pelaku UMKM sebelum memberi dukungan lanjutan. Setelah itu, akses permodalan dan digitalisasi disiapkan supaya usaha bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dukungan modal ikut menguat

Selain pembinaan, dukungan pembiayaan juga menjadi modal penting bagi pelaku usaha. Nawal menyampaikan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR di Jawa Tengah mencapai Rp361,36 triliun dengan 10,31 juta debitur, dan menjadi yang terbesar di Indonesia.

Besarnya pembiayaan itu memberi ruang bagi UMKM untuk memperbesar kapasitas produksi. Namun, akses modal tetap perlu diiringi dengan inovasi produk agar usaha tidak tertinggal ketika masuk ke pasar yang lebih luas.

Pameran jadi pintu jejaring baru

UMKM Grande 2026 digelar pada 7-11 Mei 2026 dan menghadirkan 90 pelaku UMKM unggulan dari berbagai sektor. Selain pameran produk, kegiatan ini juga memuat business matching dengan calon pembeli dari luar negeri serta peragaan busana.

Format tersebut membuat pameran berfungsi lebih dari sekadar etalase. Pelaku UMKM bisa membangun jejaring dagang sekaligus membaca kebutuhan pasar ekspor secara lebih langsung.

Antusiasme publik memperkuat optimisme

Wakil Ketua II Dekranasda Pusat Sri Suparni Bahlil menilai antusiasme pengunjung sebagai sinyal positif bagi produk lokal. Ia juga menekankan bahwa inovasi tetap menjadi kunci agar produk UMKM dapat diterima lebih luas, termasuk di pasar mancanegara.

Ketertarikan pengunjung terlihat dari aktivitas mencoba memahat kayu di area pameran. Bagi BI Jateng dan Dekranasda, respons seperti ini menjadi dorongan tambahan untuk terus memperkuat pembinaan, promosi, dan kesiapan UMKM menghadapi pasar yang lebih besar.

Source: jateng.antaranews.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru